Capital Market & Investment

Manuver Hermanto Tanoko

Hermanto Tanoko, "crazy rich" dari Surabaya dan CEO Tancorp, menjadi perbincangan dalam beberapa hari terakhir karena manuvernya. Bagaikan seorang pelukis yang memilih warna-warna baru untuk kanvasnya, setelah memutuskan untuk meninggalkan jejaknya di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), Hermanto mengalihkan perhatiannya ke saham-saham bank BUMN. BNI, BRI, dan Mandiri telah diseroknya.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Saham-saham bank BUMN sedang berada dalam posisi "diskon". Menurut data RTI Business, saham BBRI (Rp4.870 per saham), turun sekitar 17% secara year to date (ytd). Saham BBNI (berada di harga Rp4.860), turun kisaran 13% ytd. Adapun saham BMRI (Rp6.375), terkoreksi sekitar 14% dalam tiga bulan terakhir.

Bukan hanya aksi melepas dan mengalihkan saham yang menjadi sorotan. Pasalnya, Hermanto baru saja melepas perusahaannya, PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Juli 2024. Perusahaan ini adalah market leader industri bata ringan AAC di Indonesia dengan merek BLESSCON dan SUPERIORE BLOCK dengan harga penawaran Rp 183 per saham.

Dilepasnya BLES membuat Hermanto mengoleksi sejumlah saham, termasuk dari perusahaan-perusahaannya yang telah melantai sebelumnya di bursa.

Saham-Saham yang Dimiliki

Hermanto Tanoko memiliki portofolio saham yang luas dan beragam. Beberapa perusahaan besar yang sahamnya dimiliki oleh Hermanto antara lain:

  1. PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI)
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI)
  3. PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO)
    • Listing di Bursa Efek Indonesia pada 5 Mei 2017 dengan 450 juta saham pada harga Rp115 per saham. CLEO kini memiliki kapitalisasi pasar mencapai Rp15,5 triliun​
  4. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE)
    • Go public pada 9 Juli 2018 dengan 1,5 miliar saham di harga Rp163 per saham. Saat ini, kapitalisasi pasar RISE mencapai Rp10,8 triliun​
  5. PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. (CAKK)
    • Melantai di Bursa pada 31 Oktober 2018 dengan 300 juta saham di harga Rp168 per lembar, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp215,3 miliar​.
  6. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO)
    • Listing pada 25 November 2021 dengan 1,02 miliar saham di harga Rp482 per saham. Kapitalisasi pasar DEPO mencapai Rp2,4 triliun​​.
  7. PT Avia Avian Tbk. (AVIA)
    • Listing dengan 6,20 miliar saham di harga Rp930 per lembar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp31,6 triliun​​.
  8. PT Mega Perintis Tbk. (ZONE)
    • Melantai pada 12 Desember 2018 dengan 197 juta saham di harga Rp298 per saham, memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp878,8 miliar​.
  9. PT Penta Valent Tbk. (PEVE)
    • Listing pada 24 Januari 2023 dengan 368 juta saham di harga Rp149 per saham. Kapitalisasi pasar PEVE sebesar Rp406 miliar​​.
  10. PT Superior Prima Sukses Tbk. (BLES)
    • Resmi melantai di Bursa pada 8 Juli 2024 dengan harga IPO Rp183 per saham​

Bisnis Tancorp

Grup Tancorp, yang dipimpin oleh Hermanto Tanoko, mengoperasikan berbagai jenis bisnis, termasuk:

  • Manufaktur: Produksi cat, keramik, dan bahan bangunan lainnya.
  • Properti: Pengembangan real estate dan perumahan.
  • Air Minum Dalam Kemasan (AMDK): Memproduksi dan mendistribusikan air minum dengan merek CLEO.
  • Ritel: Pengoperasian gerai bahan bangunan dan toko ritel lainnya.
  • Perbankan: Investasi di bank-bank besar seperti BBNI dan BBRI.

Yang menarik, Hermanto belum akan berhenti di sini. Dalam waktu dekat, dia berencana membawa dua perusahaan lagi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Menarik untuk diikuti ke mana dia akan melangkah. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved