Strategy

Rencana-Rencana Ekspansi Bisnis GUNA Setelah IPO

(Kiri-Kanan) Direktur Panin Sekuritas Prama Nugraha, Dirut GUNA Ivan Cokro Saputra, dan Direktur GUNA Bernice Cokrosaputro saat jumpa pers usai IPO. (Foto M.Ubaidillah/SWA)

PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) berencana mengembangkan bisnis ke lini buah-buahan pada semester II 2024 mendatang." Kita akan ekspansi di luar kacang-kacangan karena banyak customer meminta kita ekspansi di luar kacang-kacangan dan kita sudah putuskan di semester II 2024 kita akan masuk ke buah-buahan, kita sudah membuat selai kacang, jadi nanti kita akan membuat selai buah, fruit puree dan pabriknya sudah jadi dan akan running mulai semester kedua ini," kata Direktur Utama GUNA Ivan Cokro Saputra dalam konferensi pers usai IPO di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Untuk tahun 2024, perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis 6,58%. Perseroan sudah memulai ekspansi dengan membangun pabrik baru di Cikarang karena kapasitas 3 pabrik yang saat ini sudah penuh, namun Ivan menegaskan bahwa ekspansi pabrik ini tidak menggunakan dana hasil IPO, melainkan menggunakan cashflow internal.

“Untuk dana IPO, kami akan menggunakan untuk working capital, seperti diketahui kami memiliki bisnis di bidang kacang-kacangan di mana kacang merupakan bahan komoditas, bahan komoditas itu biasanya di mana masa panen biasanya harga lebih rendah, jadi dana IPO ini untuk belanja sebanyak-banyaknya barang saat musim panen. Nanti kita akan simpan karena memang, seperti almond memang panennya setahun sekali, sehingga kita akan booking lebih banyak lagi pada saat panen supaya kita punya profit lebih sustainable,” ujarnya.

Pabrik baru lebih luas dua kali lipat dari tiga pabrik yang sudah ada. Dana yang dihabiskan untuk ekspansi ini sekitar Rp120 miliar berasal dari cash flow internal, dengan rincian Rp60 miliar untuk lahan dan Rp60 untuk konstruksi dan lain-lain. Tambahan pabrik baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi perseroan dari 250 ribu ton per tahun menjadi 500 ton per tahun.GUNA pada tahun ini menargetkan peningkatan profit sebesar 11%.

Untuk bahan baku, perseroan melakukan impor seperti almond 100% impor karena Indonesia tidak bisa membudidayakan almond karena ini bukan tanaman tropis, untuk kacang tanah 20% lokal dan 80% impor.

“Memang sedih karena Indonesia kurang bahan baku sehingga kita harus impor tapi yang membuat bangga adalah kacang dari Indonesia kita ekspor ke mancanegara dalam bentuk kacang kulit. Jadi diproses di Indonesia, di Pati kita proses kacang kulit kiat ekspor ke mancanegara dengan merek-merek customer kita. Tapi kalau untuk kacang biji karena kita kekurangan maka kita impor dan kita nomor dua impor untuk kacang tanah dari India kebanyakan,” ucapnya.

Untuk pasar ekspor perseroan ke beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Hongkong dan selanjutnya Perseroan akan masuk pasar China karena peluang pasarnya yang cukup besar. Kontribusi ekspor terhadap kinerja perseroan adalah 25% dan 75% domestik.

Dalam jangka menengah dan panjang, GUNA akan masuk ke pertanian kacang ini menjadi upaya Perseroan mengurangi bahan baku impor. Saat ini Perseroan masih melakukan kajian bersama stakeholder. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved