Trends

Nicolaas C. Budhiparama, Eks Pembalap Mobil Yang Menjadi Dokter Ortopedi Bereputasi Global

Nicolaas C. Budhiparama. (Foto : Dok Nicolaas).

Prof. Dr. dr. Nicolaas C. Budhiparama, PhD, SpOT (K), FICS adalah dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang reputasinya dikenal di Indonesia dan global. Nicolaas diapresiasi oleh berbagai lembaga nasional dan internasional. Pada 2020, misalnya, Nicolaas dianugerahi rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam bidang Kesehatan dan Olahraga atas Rekor Insan Indonesia yang Menjabat Presiden di Tiga Organisasi Ortopedi Dunia dalam kurun waktu bersamaan.

Reputasi Nicolaas semakin kinclong seiring prestasi dan kiprahnya di dunia medis, khusunya spesialisasi ortopedi dan traumatologi. Kiprah Nico kian semerbak tatkala mendampingi tim nasional (timnas) bulu tangkis Indonesia di ajang Thomas Cup, Uber Cup dan Sudirman Cup di tahun 2021. Timnas bulu tangkis putera merebut Thomas Cup di 2021 itu. Kontribusi Nicolaas terhadap Indonesia terus bergulir seiring perjalanan waktu. Mantan Presiden di Perkumpulan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) ini diakui lembaga global.

Baru-baru ini, Nicolaas kembali mengharumkan nama Indonesia, dengan meraih penghargaan bergengsi pada ajang 25th EFORT (The European Federation of National Associations of Orthopaedics and Traumatology) Congress di Hamburg, Jerman, pada 22-24 Mei 2024. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang telah memberikan kontribusi transformasional di bidang traumatologi dan ortopedi di tingkat global. Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan tinggi dalam komunitas ortopedi dunia dan Nicolaas menjadi orang ke-12 di seluruh dunia yang telah mendapatkan kehormatan untuk membawakan Michael Freeman Honorary Lecture.

Pemilihan penerima penghargaan ini dilakukan oleh panel juri yang terdiri dari perwakilan dari asosiasi ilmiah internasional terkemuka di seluruh Eropa. Panel juri ini aktif mencari individu atau kelompok yang telah memberikan kontribusi signifikan dan inovatif dalam bidang ortopedi dan traumatologi di seluruh dunia. Kongres EFORT ke-25 itu mengusung tema Collaborating for Success yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi dan berbagi pengetahuan antar ahli bedah ortopedi dari seluruh dunia.

Sebagai anak bangsa, Nicolaas mewakili Indonesia lantaran menjadi pembicara kehormatan untuk Michael Freeman Honorary Lecture pada kesempatan tersebut. Nicolaas menjabarkan pandangannya pada keynote lecture bertajuk The Future of Knee Arthroplasty is Here: How Asia Pacific is Embracing New Technologies. Dia menyoroti adopsi teknologi baru, mulai dari artificiaI intelligence (AI) hingga robotic surgery di bidang bedah artroplasti lutut di kawasan Asia Pasifik. Praktik ini mecerminkan komitmen terhadap inovasi dan peningkatan hasil pasien.

Pandangannya itu diimplementasikan di Indonesia. Pada 9 Juli 2024, Nicolaas meluncurkan VELYS Robotic di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Nicolaas mengatakan dunia kesehatan dan kedokteran tak bisa lepas dari perkembangan teknologi. Contohnya, VELYS Robotic-Assisted Solution for Knee Replacement dalam prosedur operasi implan lutut. “Kolaborasi antara kami sebagai dokter bedah dengan sistem Robotic, terutama dalam prosedur implan lutut, tentunya menambah akurasi dan dinamika operasi serta mempercepat proses penyembuhan dan memastikan hasil dengan akurasi yang terbaik untuk pasien," ucap Nicolaas seperti ditulis swa.co.id di Jakarta, Rabu (10/7/2024).

VELYS Robotic adalah asisten robot terbaru dan paling canggih, yang menawarkan keunggulan yang luar biasa untuk mendukung dokter bedah dalam menjalankan operasi pada lutut pasien dan RS Medistra menjadi rumah sakit pertama yang menerapkan teknologi canggih ini. Piranti ini dilengkapi kamera sensor yang memberikan detail ukuran setiap sisi anatomi lutut yang akan disasar selama proses bedah, VELYS Robotic juga membantu dokter bedah untuk bekerja dengan presisi yang tinggi dan akurasi yang luar biasa. Dengan bantuan teknologi ini, prosedur operasi implan lutut menjadi lebih tepat sasaran, efisien, dan mengurangi risiko kesalahan.

Cikal Bakal Melirik Dokter

Nicolaas mengucapkan syukur terhadap pencapaian dan prestasinya selama menekuni dunia kedokteran, terutama bedah tulang (ortopedi & traumatologi). Cikal bakal Nicolaas melirik profesi ini bermula di Jerman. Kala itu, Nicolaas masih muda dan berprofesi sebagai pembalap Formula 3000 di Eropa. Pada pertandingan di Jerman, dia mengalami kecelakaan.

Saat itu, dunia kedokteran belum sebaik dan secanggih sekarang, sehingga ia merasa ketakutan setelah kecelakaan akan mengalami cacat. Hal ini disampaikannya di Easy Reider: A Conversation with Bruce Reider pada siniar (podcast) dari American Orthopaedic Society for Sports Medicine (AOSSM). Nicolaas merupakan orang ke-26 yang diundang pada podcast ini.“Saya bilang sama ibu saya, kalau saya sembuh, saya akan bikin sesuatu yang bisa bantu banyak orang kembali bisa berjalan. Itu adalah ortopedi,” ucap Nicolaas seperti disampaikannya pada YouTube di kanal BRIN Indonesia.

Keputusannya menjadi dokter didorong oleh pesan sang ayah yang menyampaikan pekerjaan yang paling mulia adalah dokter. Profesi ini dapat banyak membantu orang kesusahan atau kesulitan yang tengah berada dalam keadaan sakit. Oleh karena itu, Nicolaas mendirikan Nicolaas Institute of Constructive Orthopaedic, Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. Adapun layanan medis yang diberikan antara lain konsultasi tulang secara umum. Mulai dari layanan medik arthroscopy (prosedur bedah minimal invasif pada sendi), arthroplasty (prosedur bedah untuk mengembalikan fungsi sendi), trauma/fracture management sebagai prosedur perawatan yang dilakukan pada sistem muskuloskeletal dalam kasus cedera atau berbagai kondisi, sports surgery, hingga orthopaedic consultation.

Sumbangsih terbesar dari lembaga ini adalah mensponsori International Society of Arthroscopy, Knee Surgery, and Orthopaedic Sports Medicine (ISAKOS), Travelling Fellowship, dan Paolo Aglietti Awards.

Kontribusi Nicolaas terhadap dunia medis memang tak bisa dihitung jari tangan. Sebelumnya, Nicolaas pada Februari 2024 diundang untuk mengajar pada The 10th Advanced Course on Knee Surgery. Dia tercatat sebagai satu-satunya orang dari Asia di antara Faculty Members lainnya yang sebagian besar berasal dari Eropa. Dalam pertemuan itu, isu yang dibahas adalah sport injury. Pembicara yang menghadiri kegiatan ini merupakan orang-orang yang turut mempersiapkan atlet-atlet untuk pesta olah raga di Olimpiade. Salah satu topik yang dibawakan oleh Nicolaas adalah mengenai Return To Sport after Knee ACL Injury for World Class Athletes.

Prestasi lain yang diraih Nicolaas adalah ia berhasil meraih penghargaan Habibie Prize 2021. Penghargaan ini diberikan untuk melanjutkan harapan dan cita-cita Habibie membangun SDM Indonesia unggul dan berdaya saing serta berfokus pada capaian scientific excellence. Nicolaas merupakan dokter ke-8 yang menerima penghargaan ini sejak tahun 1999.

Sebelumnya, dia pada Agustus 2020 meraih memecahkan MURI dalam bidang Kesehatan dan Olahraga atas Rekor Insan Indonesia yang menjabat presiden di tiga organisasi ortopedi dunia dalam kurun waktu bersamaan. Ketiga jabatan itu adalah Presiden Arthroplasty Society in Asia periode 2019-2022, Presiden Asia Pacific Knee Society pada Agustus 2019-2022, dan Presiden Asia Pacific Arthroplasty Society di Agustus 2020-2022.

Pada akhir 2023, Nicolaas diangkat menjadi anggota kehormatan tertinggi Indian Orthopaedic Association (IOA) di hadapan 6.000 peserta di stadium Lucknow. Dia menjadi orang asing ke-13 yang mendapatkan penghargaan tertinggi tersebut dalam kurun waktu 68 tahun berdirinya IOA. Seperti yang diketahui, pengakuan dan apresiasi dari komunitas India itu bukan merupakan hal yang mudah. Sepak terjang dan kontribusinya di dunia kesehatan pun membuatnya dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Medical Advisor Board di Pertamina Bina Medika IHC. Saat ini, ia tercatat praktik di Rumah Sakit Medistra, RS Pantai Indah Kapuk, dan RS Tzu Chi Jakarta. Well done, Prof. Nicolaas. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved