Management

Eratani Gandeng Dua Perusahaan Beri Jaminan Sosial Petani

Ilustrasi. Petani tengah memupuk sawah. Untuk memberikan jaminan sosial bagi petani, Eratani bermitra dengan dua perusahaan. (foto dok Eratani)

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa 88,42% tenaga kerja di sektor pertanian Indonesia tergolong sebagai pekerja informal. Realitas di lapangan memperlihatkan bahwa proses budidaya padi memiliki berbagai tantangan bagi para petani, seperti kerja keras yang menguras fisik, ancaman cuaca ekstrem, dan risiko tak terduga lainnya.

Menanggapi tantangan tersebut, Eratani merealisasikan program Setiani (Setia Bertani) melalui kerja sama dengan UPL Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan, sebuah inisiatif yang dirancang untuk pengembangan komunitas yang memberikan perlindungan jaminan sosial kepada para petani. Program ini bertujuan untuk memastikan para petani memiliki perlindungan jaminan sosial yang tepat, yang memberikan keamanan bagi mereka dan keluarga mereka. Melalui kemitraan ini, UPL Indonesia akan menanggung biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 petani binaan Eratani selama satu tahun. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada petani binaan Eratani yang bekerja dalam sektor informal.

Melalui kerja sama ini, petani binaan Eratani berhak mendapatkan perlindungan tanpa batasan biaya perawatan saat mengalami risiko ketika bekerja. Selain itu, jika petani meninggal dunia akibat risiko kecelakaan kerja tersebut, maka ahli waris berhak mendapatkan manfaat sebesar 48 kali dari pendapatan terlapor dan beasiswa pendidikan dengan total Rp174.000.000 untuk dua anak. Sedangkan saat terjadi risiko kematian pada petani di luar kecelakan kerja, maka ahli waris akan mendapatkan manfaat dengan total Rp 42 juta sebagai bentuk manfaat dari program Jaminan Kematian.

“Menyejahterakan petani adalah inti dari apa yang kami lakukan di Eratani, oleh karena itu kami merancang program Setiani. Program ini direalisasikan melalui kemitraan dengan UPL Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan, sebuah langkah monumental untuk memastikan petani kami terlindungi. Kami sangat berterima kasih atas kontribusi besar UPL Indonesia yang akan memberikan dampak positif pada petani binaan kami,” kata Bambang Cahyo Susilo, Chief Financial Officer Eratani, Rabu (10/7/2024).

UPL Indonesia merupakan perusahaan agrokimia yang selalu mendukung industri pertanian. “Kami sangat senang dapat bermitra dengan Eratani dan BPJS Ketenagakerjaan dalam tujuan mulia ini. Kami berharap dapat memberikan jaminan sosial yang komprehensif melalui iuran yang kami bayarkan sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi para petani Eratani untuk meningkatkan produktivitas mereka,” kata Praveen Kumar Ravindranathan, Sub Region Head UPL Indonesia, Malaysia, and Singapore.(*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved