Automotive

Ban Kempis Jangan Diabaikan, Bisa Bikin Ban Sobek dan Kecelakaan!

Ban Kempis Jangan Diabaikan, Bisa Bikin Ban Sobek dan Kecelakaan!

Viral di media sosial, sebuah mobil mengalami pecah ban dan tidak dirasakan pengemudinya sehingga telapak ban terlepas. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak menyepelekan ban mobil yang kempis.

Ban mobil yang kempis, meskipun terlihat sepele, dapat membawa dampak fatal jika dibiarkan. Tekanan udara ban yang tidak sesuai dapat menyebabkan ban aus tidak merata, dinding ban rusak, hingga pecah ban. "Tekanan udara ban yang pas sangat penting untuk menjaga performa ban di jalan," jelas Yagimin, Chief Marketing Auto2000. Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi Toyota bisa dilihat pada stiker petunjuk di pilar B sisi pengemudi atau buku petunjuk pemilik kendaraan.

Berikut beberapa bahaya ban mobil kempis. Pertama, area kontak ban berlebihan dan tidak merata: Ban kempis menyebabkan area kontak ban dengan aspal (contact patch) tidak cukup, sehingga ban aus di pinggir sisi luar dan dalam. Mobil juga akan terasa semakin berat dikemudikan.

Selanjutnya, dinding ban bergerak berlebihan: Gerakan naik turun dinding ban menjadi tidak terkendali ketika kempis. Hal ini dapat membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak, bahkan robek. Ban kempis juga menyebabkan kenyamanan turun dan mobil sulit dikendalikan. “Yang paling fatal ban bisa terlepas dari pelek dan mobil akan sulit dikendalikan,” tambah Yagimin.

Bagi Autofamily berikut tips untuk menghindari ban mobil kempis: periksa tekanan udara ban secara berkala; lakukan pengecekan minimal satu minggu sekali, idealnya di pagi hari saat ban belum berjalan dan suhu lingkungan masih dingin. Gunakan alat pengukur tekanan ban yang akurat: Pastikan alat pengukur yang digunakan dalam kondisi baik dan terkalibrasi dengan benar. Perlu juga sesuaikan tekanan udara ban dengan kondisi muatan: Tekanan udara ban untuk muatan kosong berbeda dengan muatan penuh.

Perhatikanlah kondisi ban: Periksa jika ada tanda-tanda kerusakan pada ban, seperti benjolan, retakan, atau aus yang tidak merata. Segera ganti ban yang sudah rusak: Jangan menunda untuk mengganti ban yang sudah rusak, karena dapat membahayakan keselamatan. (*)

.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved