CIMB Niaga, Mentransformasi Pembelajaran dalam Industri Perbankan
Di era yang penuh ketidakpastian akibat tantangan pascapandemi Covid-19 dan kemajuan teknologi, lembaga keuangan seperti PT Bank CIMB Niaga Tbk. mulai menerapkan kemampuan beradaptasi, fleksibilitas, dan agility.
Kemudian, dengan terjadinya perubahan dinamika tenaga kerja pada generasi Y dan Z, Human Recources (HR) bank ini telah menjadi mitra strategis, dengan fokus pada ketangkasan dan memberikan pengalaman kerja yang lebih baik untuk menjamin pertumbuhan bank yang berkelanjutan.
HR pun telah melakukan transformasi di bidang learning development, knowledge management, dan workplace wellbeing. Hal ini menunjukkan komitmennya terhadap kepemimpinan dalam menciptakan tempat kerja yang menghargai pengembangan bakat dan kesejahteraan karyawan. Pendekatan ini tidak hanya beradaptasi dengan tren saat ini, tapi juga bertujuan menetapkan tolok ukur baru bagi industri.
“Diharapkan dengan transformasi ini bisa membangun talent dan leadership, untuk membangun organisasi yang siap menghadapi kondisi di masa depan,” kata Muhammad Shodiq, Head of Learning & Development PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Saat ini, CIMB Niaga memiliki learning architecture untuk mendorong sustainable growth. Learning architecture yang pertama adalah Leadership & Culture.
Di antara berbagai program pilihannya, ada CIMB Signature Program. Program yang diluncurkan tahun lalu ini dibagi dalam tiga program, yaitu CIMB Leading Leaders Development Programme, CIMB Emerging Leaders Development Programme, dan CIMB Junior Leaders Development Programme. “Program-program tersebut di-develop untuk mengantisipasi kebutuhan leaders di masa depan di semua level,” ujar Shodiq.
Masih menjadi bagian dari Leadership & Culture, CIMB memiliki program The Complete Manager untuk memastikan semua manajer memiliki kapabilitas sebagai good leader. Untuk new generation (fresh graduate), ada program The Complete Bankers. Dan untuk HR, juga ada program HR Leadership agar mereka menjadi HR leaders yang future ready.
Learning architecture kedua ialah Business, Credit, and Services. Program pilihannya, antara lain, menjalankan Syariah Certification, mendorong wealth academy, dan berfokus pada pengembangan retail dan consumer banking sebagai backbone ekonomi di Indonesia. “Dan sebagai bank, perusahaan juga memiliki program credit academy dan tentunya tidak fokus pada jualan saja tetapi juga pada service excellence program,” Shodiq menjelaskan.
Untuk membangun feature ready, yang juga menjadi bagian dari learning architecture dari bank ini ialah memperkuat kemampuan teknologi dengan menyiapkan program-program teknologi, yaitu compact digital leadership development dan technology graduates program. Selain itu, juga melakukan digital data upskill & reskill learning pathway, serta menyiapkan strategi dengan alternate workforce program. Tak hanya itu, perusahaan pun memperkuat risk dan compliance dengan membuat audit graduates program.
Program-program tersebut dijalankan dengan berbagai metodologi. Bukan hanya di kelas, tetapi juga melalui immersion program, action project, coaching & mentoring, blended classroom, on the job, forum/social collaborative, dan business learning session.
Journey dalam membangun talent dan leadership di CIMB ialah melalui awareness building dengan digital data academy, upskill & reskill specialist function, serta digital data webinar. Kemudian, melakukan digital activation untuk para leader, berupa transformasi leadership program. Board of Committee (BOC) dan Banking Management Committee (BMC) difasilitasi dengan perkembangan teknologi terbaru.
Selain itu, ada pula Digital Leadership Development Program dan Compact Digital Leadership. “Kami juga memiliki recognition from innovation, di antaranya OPeRA Innovation, TCB Hack a Future, dan OCTO Hackfest,” kata Shodiq.
Perusahaan pun memiliki strategi baru untuk mendorong alternative workforce di bidang digital ataupun nondigital. Perusahaan bekerjasama dengan beberapa universitas yang berfokus pada teknologi dengan membuat program Intern IT Developer (PINTER). Selanjutnya, ada CIMB Niaga IT Testing Management Apprenticeship Program (TEMAN).
Inisiatif terbaru yang dilakukan ialah mengintegrasikan semua platform pembelajaran dalam ARJUNA (platform yang dibangun secara internal), yang disebut Hylearn (Hybrid Learning). Dengan one platform ini, karyawan CIMB Niaga bisa belajar mulai dari mendaftar training.
Mereka juga bisa melihat learning catalog, mendapatkan persetujuan sampai ikut di kelas, hingga mendapatkan sertifikat. Itu semua bisa dilakukan di learning hub. Di luar itu, perusahaan memiliki Knowledge Management System; melalui sistem ini, semua karyawan bisa mengakses semua jenis pembelajaran.
Sejatinya, CIMB Niaga juga sudah melakukan transformasi sebelumnya. Namun, sekarang memperkuatnya lagi dengan membangun 1.700 modul secara internal yang customized, sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Tentunya, semua program yang dijalankan bank ini berpengaruh terhadap kinerja dan finansialnya. “Makanya, kami menjadi bank kedua terbesar di private bank di Indonesia dengan menjaga financial performance dan Organizational Health Index atau kesehatan organisasi. Ini satu hal yang diukur oleh konsultan McKinsey. McKinsey membantu kami untuk mengukur Organizational Health Index,” kata Shodiq. (*)