Trends

Doktor FTUI Kembangkan Inovasi Kamera Thermal untuk Tingkatkan Sistem Pengamanan di Malam Hari

Dr. Nur Ibrahim salah seorang Doktor dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI)

Kamera thermal telah lama diakui memiliki keunggulan dibandingkan kamera visible-light, terutama dalam kondisi minim cahaya seperti pada malam hari. Namun, penggunaannya menghadapi tantangan besar, yaitu occlusion (ketika objek tertutupi) dan thermal crossover (ketika objek memiliki tampilan thermal yang mirip). Menyikapi tantangan ini, Dr. Nur Ibrahim, seorang Doktor dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI), mengembangkan metode baru untuk meningkatkan efektivitas sistem pengamatan (surveillance system) pada malam hari dengan memanfaatkan kamera thermal.

Dr. Nur Ibrahim melakukan inovasi dengan pengembangan metode complex negative example yang mampu mengurangi kemungkinan terjadinya false detection (kesalahan deteksi) dan identity switching (kekeliruan identifikasi).

Complex negative example adalah data yang tidak terdapat objek di dalamnya, atau hanya sebagian kecil saja dari objek yang berada pada data tersebut. "Data penelitian diambil dengan menggunakan kamera thermal compact yang terpasang pada perangkat berbasis Android. Pengambilan data dilakukan pada malam hari dengan skenario occlusion dan thermal crossover di hutan, di mana objek yang diamati adalah manusia yang bergerak melintasi kamera dengan berbagai jarak dan kondisi cuaca," ujar Dr. Nur dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7/2024).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan memiliki dampak signifikan pada peningkatan performa surveillance system. Dalam sistem visual tracking, penambahan algoritma interval type 2 fuzzy logic system (IT2 FLS) pada weighted multiple instance learning (WMIL) berhasil meningkatkan success rate sebesar 10-14% dan precision sebesar 0.21-0.33. Optimasi metode WMIL telah berhasil meningkatkan tingkat keberhasilan dan presisi, sementara peningkatan performa you-only-look-once (YOLO) dan deep appearance-based trackers mengurangi potensi false detection dan identity switching secara signifikan.

Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menyampaikan, “Dengan inovasi ini, sistem surveillance diharapkan dapat lebih efektif dalam memantau pergerakan objek pada malam hari, meningkatkan keamanan, dan memberikan respons yang lebih cepat terhadap insiden yang terjadi. Penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan kamera thermal untuk berbagai aplikasi keamanan dan monitoring di masa depan.”

Berkat penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Metode Complex Negative Example dalam Sistem Object Tracking Berbasis Deep Appearance Features pada Citra Thermal,” Dr. Nur berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Teknik Elektro pada sidang terbuka promosi Doktor FTUI, Jumat (28/06). Penelitian ini juga telah dipublikasikan di berbagai jurnal dan konferensi internasional terkemuka, seperti Journal of Images and Graphics (SCOPUS Q2) dan IEEE 3rd.

Dengan temuan ini, Dr. Nur Ibrahim telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang object tracking, terutama untuk aplikasi surveillance di malam hari. Metode dan algoritma yang dikembangkannya tidak hanya meningkatkan efektivitas sistem pengamatan, tetapi juga membuka peluang untuk pemanfaatan lebih luas dari teknologi kamera thermal dalam berbagai aspek keamanan dan monitoring masa depan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved