Strategy

Portofolio SRTG, BDDC Kian Masif di Bisnis Data Center

Ilustrasi. Gedung data center JST milik BDDC. (Dok.BDDC)

Bersama Digital Data Centres (BDDC) meresmikan fasilitas pusat data Tier IV berkapasitas 5 MW yakni JST1 (Jakarta Selatan Timur), yang berlokasi di Jakarta Timur. Peresmian JST1 ini untuk mendukung kemajuan dan meningkatkan kualitas teknologi digital di Indonesia dan JST1 merupakan pusat data kedua yang diresmikan BDDC dalam dua tahun terakhir menyusul JBT1 (Jakarta Barat Tangerang) yang berlokasi di Jakarta Barat.

BDDC merupakan platform infrastruktur digital yang menyiapkan pusat data di lokasi strategis. BDDC berada di bawah kendali Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd (BDIA) yang merupakan perusahaan patungan yang didirikan oleh Provident Capital (Provident), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga) dengan Macquarie Asset Management pada April 2022.

Saat ini, BDDC memiliki area data hall seluas 2.000 meter persegi dengan dua modul data centre di dua lokasi yakni JST1 (Jakarta Selatan Timur) di Jakarta Timur dan JBT1 (Jakarta Barat Tangerang) di Jakarta Barat dengan mengusung interconnectivity, scalability, reliability, dan sustainability. Ke depan, BDDC berencana memperluas area data hall hingga 20.000 meter persegi dengan lima modul data centre serta kapasitas lebih dari 9.000 rak dan 62 megawatt.

JST1 sebagai pusat interkonektivitas didukung operator netral dengan lebih dari 100 penyedia layanan jaringan dan beragam rute. Fasilitas ini juga ditunjang konektivitas langsung ke Indonesia Internet Exchange (IIX), Open-IX (OIXP), dan pertukaran internet lainnya secara nasional dan global.

"Kehadiran JST1 akan mendukung performa yang lebih baik dan latensi lebih rendah untuk kebutuhan data center berbagai bisnis di Indonesia, karena jarak yang dekat ke end user menghasilkan konektivitas yang lebih aman, dengan transmisi jaringan yang tinggi. Selain itu, JST1 juga didukung oleh tim yang andal dan berpengalaman untuk mendukung kemajuan digital di Indonesia," ujar Presiden Komisaris BDDC, Setyanto Hantoro, Rabu (10/7/2024).

Hasil Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2024 menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 79,5% atau lebih dari 221 juta jiwa dari total populasi 278 juta jiwa. Tren positif penetrasi internet tersebut turut membuka peluang pertumbuhan pembangunan berkelanjutan infrastruktur digital di Indonesia, salah satunya kebutuhan data center.

Sebagai upaya memperluas kapasitas data center, BDDC berkomitmen dalam skalabilitas dengan dua lokasi data center saat ini, terdiri dari JBT Site (Jakarta Barat Tangerang) dan JST Site (Jakarta Selatan Timur) yang memenuhi persyaratan produksi bisnis dan disaster recovery center (DRC), point of presence atau zona ketersediaan, serta didukung oleh beragam rute antara JBT dan JST.

"Ke depan, BDDC berencana mengembangkan kapasitas hingga 32 MW di lokasi JST dan 30 MW di lokasi JBT. Perluasan ini diharapkan dapat mendorong interkonektivitas guna memenuhi kebutuhan layanan edge data centre berbagai sektor usaha dan skala bisnis dalam negeri dan luar negeri untuk kegiatan operasional sehari-hari," ungkap Setyanto.

Penyelesaian pembangunan dan peresmian JST1 tepat waktu ini merupakan komitmen BDDC dalam memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap data center dengan keamanan yang tinggi. Seperti diketahui, keamanan data merupakan isu penting dalam digitalisasi. Adapun JST1 merupakan fasilitas data center dengan standar Tier IV yang dapat menampung 1.008 rak dalam 8 lantai ruang data, dan sumber kelistrikan ganda sebagai solusi komprehensif dalam satu platform BDDC, untuk menunjang kebutuhan penyimpanan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved