EBITDA ESSA Industries (ESSA) Tumbuh 48% di Semester I Tahun Ini

Foto : ESSA.

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan pendapatan pada semester pertama tahun ini senilai US$151,6 juta, turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, EBITDA meningkat sebesar 48% atau menjadi US$61,6 juta pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan EBITDA ini dipengaruhi oleh peningkatan volume produksi serta efisiensi biaya.

Setelah berhasil menyelesaikan penghentian aktivitas operasional sementara terencana dalam rangka pemeliharaan fasilitas yang berlangsung selama hampir dua minggu, pabrik amoniak beroperasi dengan produktivitas dan efisiensi di tingkat yang lebih optimal. "Volume produksi amoniak di Januari-Juni 2024 itu tercatat lebih tinggi dari semester pertama tahun lalu," ujar Shinta D. U. Siringoringo, Sekretaris Perusahaan ESSA pada keterangannya di Jakarta, Jumat (12/7/2024).

Kilang LPG mencatatkan pencapaian lima tahun operasional tanpa trip pada kuarta kedua di 2024. Harga amoniak menunjukkan tren kenaikan sepanjang kuartal kedua tahun ini dan ESSA memperkirakan level harga amoniak pada semester kedua ini tetap stabil atau lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada semester pertama.

Bersamaan dengan itu, harga LPG tetap berada di atas level terendah musiman karena pemangkasan produksi minyak secara sukarela oleh OPEC+. ESSA senantiasa berkomitmen untuk mencapai manufacturing excellence, berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan selalu menjadi yang terdepan dalam perkembangan industri.

Shinta menyampaikan ESSA terus menjajaki peluang-peluang baru yang sejalan dengan keunggulan kompetensi yang dimiliki untuk senantiasa memaksimalkan nilai tambah kepada para pemegang saham. Harga saham ESSA pada perdagangan sesi I di hari ini naik 3,61% atau menjadi Rp860. (*)

# Tag