Level IHSG Mengayun Sideways, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Ini

Ilustrasi foto : Vicky Rachman/SWA.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, “Hari ini IHSG berpotensi sideways setelah kemarin naik cukup tinggi. Level support IHSG di 7270-7300, sedangkan level resist berada di 7370-7420.”

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis kemarin ditutup naik sebesar 1,34% yang disertai dengan beli bersih (net sell) investor asing senilai Rp1,22 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, ASII dan ADRO

Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan level IHSG pada hari ini berpotensi sideways setelah kemarin naik cukup tinggi. "Level support IHSG di 7.270 hingga 7.300 poin, sedangkan level resist berada di 7.370 hingga 7.420 poin,” ujar Fanny pada risetnya di Jakarta, Jumat (19/7/2024).

Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Kamis pekan ini, membalikkan kenaikan sebelumnya. Investor terus beralih dari saham-saham dengan pertumbuhan megacap yang bernilai tinggi dan musim laporan laba kuartal kedua semakin meningkat. Ketiga indeks saham utama AS mengalami kerugian.

Dow Jones Industrial Average turun 1,29% menjadi 40.665,02. Indeks S&P 500 melemah 0,78% menjadi 5.544,59. Nasdaq Composite turun 0,7% menjadi 17.871,22. Namun kecemasan tetap meningkat. Indeks Volatilitas Pasar CBOE, sering disebut “indeks ketakutan”, menyentuh level tertinggi sejak awal Mei. Harga saham Domino's Pizza anjlok 13,6% setelah gagal mencapai perkiraan penjualan triwulanan di toko yang sama. Harga saham Warner Bros Discovery melonjak 2,4% menyusul laporan bahwa perusahaan tersebut telah membahas rencana untuk memisahkan bisnis streaming digital dan studionya dari jaringan TV lamanya.

Bergeser ke pasar Asia-Pasifik mayoritas melemah terdorong oleh indeks utama Wall Street yang turun pada perdagangan Rabu lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang turun lebih dari 2%, sedangkan Topix turun 1,60%. Kospi Korea Selatan turun 0,60%, sedangkan saham kecil Kosdaq kehilangan 0,84%. S&P/ASX 200 Australia turun 0,27%, sementara Hang Seng Hong Kong naik 0,22%.

Selain itu, saham semikonduktor mengalami penurunan khususnya di sektor teknologi menyusul laporan bahwa pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan pembatasan perdagangan yang lebih ketat jika perusahaan terus memberikan akses kepada China terhadap teknologi buatan AS. Perdagangan berjangka dana Fed menyiratkan kemungkinan 100% Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada bulan September, menurut alat CME FedWatch.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas pardagangan Jumat ini;

1. BREN: Buy on weakness.

Beli di Rp8.350, cutloss jika break di bawah Rp8.000. Jika tidak break di bawah Rp8.350, potensi naik ke Rp9.000-9.300 pada jangka pendek (short term).

2. SSIA: Spec buy

Beli di Rp1.050, cutloss jika break di bawah Rp1.020. Jika tidak break di bawah Rp1.050, potensi naik ke Rp1.100-1.120 short term.

3. MTEL: Spec buy

Beli di Rp690, cutloss jika break di bawah Rp670. Jika tidak break di bawah Rp670, potensi naik ke Rp705-720 short term.

4. NCKL: Spec buy

Beli di Rp935, cutloss jika break di bawah Rp920. Jika tidak break di bawah Rp935, potensi naik ke Rp960-980 short term.

5. SMGR: Spec buy

Beli di Rp4.050, cutloss jika break di bawah Rp3.950. Jika tidak break di bawah Rp3.950, potensi naik ke Rp4.200-4.350 short term.

6. BBTN: Spec buy

Beli di Rp1.380, cutloss jika break di bawah Rp1.350. Jika tidak break di bawah Rp1.350, potensi naik ke Rp1.415-1.445 short term.

# Tag