Lewat Ekspansi Bisnis dan Perluasan Distribusi, ROTI Raih Penjualan Rp1,92 Triliun

Pabrik Sari Roti (Dok. Sari Roti)

Dalam riuh rendah pasar roti massal Indonesia, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), dengan merek dagang Sari Roti, Sari Kue, dan Sari Choco, menunjukkan ketangguhannya. Pada semester I tahun 2024, ROTI melaporkan kenaikan penjualan sebesar 5,5% YoY, mencapai Rp1,92 triliun. Lebih mengesankan lagi, seperti adonan roti yang mengembang, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertumbuh 22% menjadi Rp145 miliar. Angka ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi yang dijalankan perusahaan.

Wilayah Tengah tetap menjadi kontributor utama dengan penjualan Rp1,01 triliun. Namun, wilayah Barat dan Timur menunjukkan pertumbuhan lebih cepat, dengan peningkatan penjualan sebesar 12,2% YoY, mencapai Rp909 miliar. Penjualan terbesar diperoleh dari PT Indomarco Prismatama, pengelola gerai Indomaret, yang berkontribusi Rp713,4 miliar atau 37,09% dari total penjualan ROTI. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart) menyumbang Rp486,59 miliar atau 25,30%. Roti tawar menjadi produk unggulan dengan penjualan Rp1,28 triliun.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi ekspansi yang efektif, termasuk pembangunan pabrik di berbagai lokasi seperti Batam, Gresik, Balikpapan, dan Banjarmasin, serta perluasan titik distribusi menjadi lebih dari 93.000 di seluruh Indonesia. Sejumlah pabrik baru yang berlokasi di Batam, Gresik, Balikpapan dan Banjarmasin ini membuat total kapasitas produksi terus meningkat jadi 5,1 juta potong roti per hari, sekaligus memperkuat jaring distribusi ke seluruh Indonesia.

Pencapaian ini belum membuat mereka puas. Industri roti segmen mass-produced masih sangat prospektif dikembangkan di Indonesia. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk terus melakukan inovasi produk serta menerapkan strategi bisnis yang tepat, agar senantiasa dapat melayani lebih banyak lagi konsumen setia Sari Roti, menghadirkan produk-produk unggulan untuk keluarga Indonesia.

Dengan permintaan yang terus meningkat, ROTI berencana meningkatkan kapasitas produksinya. “Untuk memenuhi permintaan produk-produk roti dan kue yang terus bertumbuh, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi dengan menyelesaikan pembangunan pabrik ke-15 di Pekanbaru yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2024,” ungkap manajemen ROTI dalam keterangan tertulis, 19 Juli 2024.

Keberhasilan ROTI dalam meningkatkan laba dan penjualan di tengah tantangan pasar menunjukkan bukti strategi ekspansi yang digelarnya menunjukkan hasil. Dengan langkah-langkah strategis yang tepat, ROTI tampaknya akan terus memperkokoh posisinya sebagai pemimpin di industri roti massal Indonesia. (*)

# Tag