Emisi Obligasi dan Sukuk di Juli 2024 Tembus Rp77,28 Triliun

Gedung BEI di Jakarta. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun ini hingga 19 Juli 2023 sebanyak 92 emisi dari 60 emiten senilai Rp77,28 triliun, menurut data PT Bursa Efek Indonesia (BEI). "Dengan demikian, nilai total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 603 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp487,72 triliun dan US$54,758 juta, yang diterbitkan oleh 134 emiten," ujar Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI kepada awak media di Jakarta pada akhir pekan ini.

Nuradi menjabarkan pada 15-19 Juli 2024 itu terdapat pencatatan 2 obligasi dan 1 sukuk di BEI. Pada Senin lalu itu, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Bank Victoria Tahap I Tahun 2024 dan Obligasi Berkelanjutan III Bank Victoria Tahap II Tahun 2024 oleh PT Bank Victoria International Tbk mulai dicatatkan di BEI. Kedua obligasi tersebut memiliki nilai yang sama yaitu masing-masing Rp500 juta. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terhadap kedua obligasi tersebut adalah masing-masing idBBB (Triple B) dan idA- (Single A minus) dengan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk.

Pada hari yang sama, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap III Tahun 2024 oleh PT Permodalan Nasional Madani mulai dicatatkan di BEI. Sukuk yang diterbitkan tersebut memiliki nilai sebesar Rp1,5 triliun. Hasil pemeringkatan dari Pefindo pada sukuk tersebut adalah idAA+(sy) (Double A Plus Syariah) dengan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk.

Selain itu, Primadi menyampaikan Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 186 seri senilai Rp6.049,24 triliun dan US$502,10 juta. "Selain itu, di BEI telah tercatat sebanyak 10 emisi EBA dengan nilai Rp2,93 triliun," ucap Primadi. (*)

# Tag