Dorong Kinerja, Dharma Polimetal (DRMA) Incar Komponen Sepeda Motor
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) pada semester pertama tahun ini mencatatkan peningkatan penjualan ke segmen kendaraan roda dua (2W) sebesar 2,6% secara tahunan . Efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan mempertahankan hingga meningkatkan pangsa pasar pada segmen 2W menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan segmen tersebut, yang merupakan penyumbang 60% dari total penjualan. “Pertumbuhan positif segmen kendaraan roda dua di tengah penurunan yang terjadi pada aktivitas bisnis industri otomotif ini merupakan bukti dari efisiennya operasional DRMA, serta menunjukkan peluang ekspansi di segmen kendaraan roda dua,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, di Jakarta, baru-baru tini.
Total penjualan DRMA pada semester I/2024 senilai Rp2,6 triliun, turun 3,7% dari penjualan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,7 triliun. Penurunan ini diakibatkan penurunan kegiatan bisnis yang terjadi pada industri otomotif nasional. Laba bersih tercatat sebesar Rp242 miliar, menyusut 31% dibandingkan laba bersih semester I tahun lalu yang sebesar Rp352,3 miliar.
Perseroan meyakini potensi perbaikan penjualan otomotif di semester II /2024 masih terbuka lebar. Salah satu harapan pendorong pertumbuhan datang dari pasar kendaraan roda dua yang memiliki performa penjualan domestik yang lebih baik dibandingkan penjualan kendaraan roda empat. Selain itu, penjualan sepeda motor listrik yang semakin banyak, akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua ke depannya.
Berdasarkan data Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), kinerja penjualan kendaraan listrik jenis roda dua pada semester I/2024 sudah melampaui penjualan tahun 2023. Perseroan juga melihat rencana PT Astra Honda Motor (AHM) untuk meluncurkan kendaraan listrik roda dua juga akan mendatangkan peluang besar, mengingat kemampuan manufaktur DRMA untuk memproduksi komponen untuk kendaraan listrik maupun kendaraan ICE (internal combustion engine) alias kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak.
Sementara itu, PT Dharma Kyungshin Indonesia (DKI), perusahaan patungan DRMA dengan Kyungshin Corporation (Korea), telah mengamankan pengiriman ekspor pertamanya senilai US$2 juta ke Amerika Serikat pada Mei 2024. Hasilnya, pada semester pertama tahun ini, DKI mencatat peningkatan pendapatan sebesar 61,2% (year on year) yang tentunya berkontribusi pada peningkatan laba bersih Grup perseroan. “Meskipun tren penjualan otomotif sempat mengalami penurunan secara year to date, kami optimis tahun ini setidaknya perseroan akan mampu mempertahankan pendapatan dibandingkan tahun lalu,” tutur Irianto. Harga saham DRMA di Jumat pekan lalu ditutup stagnan pada Rp990. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.