Kerjasama UKI dan USC Bangun AI Center di Indonesia

Dhaniswara K. Harjono, Rektor UKI dan Professor Glenn Melnick dari University of Southern California di Kampus UKI, Cawang, Jakarta (31/7).

Universitas Kristen Indonesia (UKI) melakukan kerjasama strategis dengan University of Southern California (USC) dalam membentuk pusat kecerdasan buatan (AI Center) untuk membangun literasi kecerdasan buatan di masyarakat Indonesia.

AI Center ini bertujuan meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan AI dengan menggabungkan keahlian dari kedua universitas untuk menghasilkan inovasi teknologi yang signifikan. AI Center juga akan menyediakan program pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi dalam bidang AI untuk mahasiswa dan profesional, serta membekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di era digital.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 3 dunia sebagai penyumbang kunjungan aplikasi AI pada tahun 2023 yang mencapai 1,4 miliar kunjungan. Sebagai negara dengan kunjungan aplikasi AI terbanyak, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan teknologi AI dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Professor Glenn Melnick dari University of Southern California mengatakan AI Center ini juga akan berfungsi dalam mendorong literasi AI di masyarakat dan menjadi jembatan untuk kolaborasi internasional, membuka peluang untuk proyek penelitian bersama, pertukaran akademik, serta mempercepat transformasi digital. “Dengan adanya AI Center, masyarakat akan memiliki akses yang lebih luas untuk mempelajari teknologi AI, mulai dari prinsip dasar hingga aplikasinya dalam berbagai bidang,” katanya di Kampus UKI, Cawang, Jakarta, (31/7/2024).

Program-program literasi AI yang ditawarkan akan mencakup berbagai aspek penting, termasuk pengenalan terhadap konsep dasar kecerdasan buatan juga penekanan pada pentingnya etika dalam pengembangan dan penggunaan AI, memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kolaborasi internasional yang difasilitasi oleh AI Center akan membuka berbagai peluang untuk proyek penelitian bersama dengan universitas dan institusi terkemuka di seluruh dunia. Pertukaran akademik antara dosen dan mahasiswa dari UKI dan USC akan memperkaya pengalaman belajar, memperluas jaringan profesional, dan mendorong inovasi melalui berbagi pengetahuan dan sumber daya.

Dhaniswara K. Harjono, Rektor UKI turut mengungkapkan optimismenya yakni, “Kehadiran teknologi AI menjadi terobosan dalam dunia pendidikan dan personalisasi pembelajaran yang dapat memicu akselerasi pendidikan. Ini adalah momentum penting untuk UKI dan Indonesia untuk mendukung literasi AI, dan kami berkomitmen untuk memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin untuk kemajuan bersama.”

Melalui inisiatif ini, AI Center yang ditargetkan rampung pada September 2024 diharapkan dapat menjadi katalisator dalam menciptakan ekosistem AI yang dinamis di Indonesia, membantu masyarakat untuk lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital. (*)

# Tag