Dorong Pembangunan Berkelanjutan, McDonald’s Indonesia Raih Sertifikat Bangunan Gedung Hijau

McDonald's Raih Sertifikat Bangunan Gedung Hijau. (Foto: McDonald's Indonesia)

McDonald’s Indonesia, di bawah naungan PT Rekso Nasional Food, memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDG's) dan agenda Pemerintah Indonesia, yakni penurunan sampah plastik dan nol emisi karbon pada 2060.

Salah satu aksi nyata dari komitmen McDonald’s Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan adalah dengan meresmikan restoran terbarunya di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, pada 21 Juni 2024 . McDonald’s Ampera berhasil mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Tingkat Madya untuk tahap perencanaan yang diberikan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi Jakarta.

Sertifikasi BGH pada McDonald’s Ampera merupakan sertifikasi pertama yang dilakukan untuk gerai Food and Beverage (F&B) dan Bangunan Gedung nonpemerintah di Jakarta. Bangunan restoran ini diharapkan dapat menghemat energi minimal 25%, sesuai target kinerja BGH yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Gerai McDonald’s di Ampera itu lahan seluas 3.478 meter persegi ini telah mematuhi Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Director of Store Development Group di PT Rekso Nasional Food, Ratna Wirahadikusumah, menyampaikan Rekso Nasional Food merupakan perusahaan yang sepenuhnya yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia dan dikembangkan oleh tenaga kerja lokal, perusahaan menaruh perhatian tinggi terhadap lingkungan.

Restoran McDonald’s di jalan Ampera dibangun sebagai wujud nyata komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan. "Gerai McDonald’s di Ampera menjadi restoran cepat saji pertama yang mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau Tingkat Madya untuk tahap perencanaan. Ini merupakan langkah awal yang ke depannya kami harapkan dapat diimplementasikan ke banyak restoran McDonald’s Indonesia lainnya," ujar Ratna pada keterangannya yang dikutip Kamis (1/8/2024).

Selain ramah lingkungan, McDonald’s Ampera juga menerapkan konsep interior dan eksterior terbaru yang menekankan pada desain ekonomis dan berorientasi pada keluarga lewat beragam pilihan furnitur yang memberikan kesan menyenangkan, nyaman, dan unik. Selain itu, McDonald’s Ampera juga menghadirkan area bermain anak-anak outdoor pertama di Indonesia yang lima kali lebih luas dibandingkan area bermain indoor di restoran McDonald’s Indonesia pada umumnya.

Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dian Irawati,mengapresiasi komitmen Rekso Nasional Food dalam mengimplementasikan konsep bangunan gedung hijau untuk McDonald’s Ampera.

McDonald’s Indonesia telah melewati proses yang panjang demi mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau ini, diantaranya penilaian kinerja bangunan yang mencakup beberapa aspek, yaitu pengelolaan tapak, efisiensi penggunaan energi, efisiensi penggunaan air, kualitas udara dalam ruang, pengelolaan sampah, pengelolaan air limbah, dan penggunaan material ramah lingkungan. "Sertifikat yang didapatkan merupakan wujud nyata komitmen McDonald’s Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan dan merupakan bukti bahwa sektor swasta dapat berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah terhadap pelestarian lingkungan," ujar Dian.

Dian berharap inisiatif seperti yang dilakukan oleh McDonald's dapat memacu industri lain untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan. "Kontribusi seperti ini sangat penting dalam mendukung target pemerintah menuju nol emisi karbon pada 2060,” kata Dian.

SDG's adalah serangkaian tujuan yang ditetapkan pada tahun 2015 guna mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi semua orang di planet ini. SDG's terdiri dari 17 tujuan untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan kesejahteraan bagi semua. McDonald’s Indonesia telah melakukan berbagai aksi nyata untuk mendukung tercapainya SDGs, khususnya tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, melalui sistem operasional, skala bisnis, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ronni Rombe, Director of Supply Chain & QA di Rekso Nasional Food ,menyampaikan perusahaan asli Indonesia ini berpeluang besar untuk memberikan dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan melalui operasional bisnis. "Melalui keberadaan lebih dari 300 restoran McDonald’s di seluruh Indonesia, belasan ribu tenaga kerja lokal, dan puluhan mitra pemasok lokal, kami yakin berbagai upaya yang kami lakukan dapat memberikan kontribusi positif untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Supaya memberikan dampak yang lebih besar, kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama berkontribusi demi masa depan dan lingkungan yang lebih baik," ujar Ronni.

Sebagai upaya dalam mendukung tercapainya SDG's ke-12 itu sejalan dengan target pemerintah mengurangi sampah plastik, McDonald’s Indonesia telah melakukan berbagai perubahan kebijakan yang signifikan. Restoran cepat saji keluarga yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun di Indonesia ini telah mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan beralih kepada kemasan kertas bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC) yang lebih memperhatikan lingkungan hidup.

Contohnya, mengurangi penggunaan sedotan plastik dan menggantinya dengan tutup kemasan yang disegel (sealer) untuk minuman yang dibawa pulang (takeaway, Drive Thru, dan delivery). Langkah McDonald’s Indonesia untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik ini sukses mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pada 2020, McDonald’s Indonesia menerima penghargaan untuk kategori produsen yang berinisiatif mengurangi sampah dan telah mencapai pengurangan sampah plastik sebanyak 470 ton pada 2019. Selain kemasan, McDonald’s Indonesia selektif memilih bahan baku dan rutin mengelola limbah. Salah satunya adalah penggunaan minyak sawit di restoran yang sudah disertifikasi dan memenuhi ketentuan lingkungan hidup.

Pengolahan minyak goreng bekas pun juga menjadi perhatian, yakni dengan mengubah minyak goreng bekas tersebut menjadi sumber energi terbarukan (biodiesel) yang sudah disertifikasi oleh pemerintah, sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan apabila dibuang begitu saja ataupun dijadikan pakan ternak apalagi dikonsumsi manusia.

Tujuan SDG's yang ke-13 berkaitan dengan Peta Jalan SDG's Indonesia Menuju 2030. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. ‘Penanganan Perubahan Iklim’ dan sejalan dengan target pemerintah menuju nol emisi karbon pada 2060, McDonald’s Indonesia mengimplementasikan berbagai fasilitas dan inisiatif ramah lingkungan di sebagian besar restorannya. Beberapa inisiatif tersebut meliputi;

  • Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa restoran sebagai sumber energi terbarukan, seperti di McDonald’s Boulevard Barat, McDonald’s Ampera, dan McDonald’s Kemang,
  • Penggunaan lampu LED di semua restoran McDonald’s Indonesia untuk menghemat energi dan ramah lingkungan,
  • Pemasangan perangkat sanitasi hemat air (sanitary fixture) untuk mengurangi konsumsi air,
  • Penyediaan Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Umum (EV charging) untuk motor dan mobil di beberapa restoran demi mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan, seperti di McDonald’s Artha Gading, McDonald’s Alam Sutera, McDonald’s Puri Indah, McDonald’s Ampera, dan McDonald’s Ciputra International, dan
  • Efisiensi rute pengiriman bahan baku dari supplier ke restoran sebagai langkah untuk mengurangi emisi karbon.

# Tag