Cerestar (TRGU) Targetkan Operasional Mesin Terbaru Beroperasi di Juli-September 2024

Ilustrasi foto : Cerestar Indonesia.

PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) menargetkan commissioning atau uji kesiapan mesin baru untuk produksi tepung terigu dapat dilaksanakan pada kuartal ketiga tahun ini. Commissioning mesin baru di pabrik Gresik, Jawa Timur ini diekelola oleh anak usaha TRGU, yakni PT Harvestar Flour Mills (HFM).

Penambahan kapasitas produksi tepung terigu ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan pasar yang dinamis. Meskipun penjualan tepung terigu mengalami fluktuasi, pertumbuhan yang signifikan pada penjualan didorong oleh segmen bahan pakan ternak, membuktikan keberhasilan dari strategi diversifikasi. "Kapasitas produksi tepung terigu yang lebih besar, TRGU akan semakin memperkuat posisinya di industri ini serta memenuhi permintaan pasar sehingga mendorong pertumbuhan kinerja perseroan,” kata Direktur Utama Cerestar Indonesia, Indra Irawan pada Jumat (2/8/2024).

Kapasitas produksi pabrik tepung terigu Perseroan di Gresik akan bertambah 600 metrik ton (MT) seiring pengoperasian mesin baru. Dari kapasitas produksi tepung terigu yang saat ini sebesar 1,600 MT/hari akan meningkat menjadi produksi 2,200 MT/hari. Penambahan kapasitas produksi ini menjadi salah satu komitmen Perusahaan untuk memenuhi permintaan tepung terigu khususnya di Jawa Timur dan sekitarnya.

Perseroan pada semester 1/2024 i membukukan pendapatan Rp2,9 triliun atau meningkat 19,8% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan yang signifikan ini ditopang oleh segmen pengolahan tepung dan bijibijian. Adapun kontribusi pendapatan terbesar bersumber dari penjualan di pasar domestik yakni sebesar Rp2,8 triliun. Sedangkan penjualan ke pasar ekspor menyumbang pendapatan sebesar Rp8,2 miliar.

Walau omset meningkat, beban pokok pendapatan TRGU melesat sebesar 21,5% menjadi Rp2,8 triliun secara tahunan. Ini disebabkan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS selama semester pertama sehingga berdampak terhadap kenaikan harga bahan baku karena mayoritas pembeliannya dilakukan dalam dollar Amerika Serikat.

Bahan pakan ternak Sementara itu, bisnis bahan pakan ternak yang baru mulai beroperasi sepenuhnya pada bulan November 2022 ini terus menunjukkan peningkatan pesat, sehingga memberikan dorongan atas pertumbuhan TRGU.

Pada semester pertama tahun ini, bisnis bahan pakan ternak yang dikelola anak usaha PT Agristar Grain Industry menyumbang porsi pendapatan sebesar 21%. Bisnis bahan pakan ternak TRGU telah didukung dengan pabrik penggilingan tepung dengan kapasitas 1.600 MT di Gresik, Jawa timur, fasilitas processing & packaging untuk bahan pakan ternak dengan kapasitas 38 ribu MT di Cilegon, Banten, serta Silo (tempat penyimpanan gandum) dengan kapasitas 140 ribu MT.

Konsumsi gandum masyarakat, serta pasar pakan ternak di Indonesia yang sangat besar, Perseroan optimis pertumbuhan penjualan di semester I/2024 akan terus berlanjut hingga akhir tahun. TRGU sendiri akan semakin fokus menggiatkan penjualan bahan baku pakan ternak sebagai pendorong pertumbuhan pendapatan Perseroan di Semester 2 tahun ini. Oleh karenanya, perseroan optimistis mencapai target pertumbuhan pendapatan sebesar 10% di tahun ini. (*)

# Tag