Dari Tokobagus ke Toco; Perjalanan Arnold Sebastian di Bisnis e-Commerce

Arnold Sebastian Egg (Foto: Istimewa)

Setelah sukses menggawangi berdirinya Tokobagus.com (kini OLX), Ovo, Labamu, Sprout Digital Lab, kini Arnold Sebastian Egg membuat ‘mainan’ baru bernama Toco. Semuanya berbasis platform digital, bedanya di konsep bisnis dan target pasar yang dibidik. Belakangan, dia juga terlibat sebagai Mitra Pendiri dari venture builder bernama Wright Partners.

Bagi pria berdarah Belanda ini, Indonesia adalah pasar yang sempurna untuk digital. Untuk itu, dia jatuh bangun fokus pada bisnis digital di Indonesia meski dulunya sebagai pendatang baru di Indonesia, tidak paham medan bisnis dan tidak bisa berbahasa Indonesia.

“Cukup mengecewakan saat saya mengetahui beberapa investor global yang tidak pernah memasukkan Indonesia ke dalam peta bisnis mereka,” tegas eksekutif yang mengaku pernah kuliah jurusan Teknologi Informasi dan Bisnis Internasional di JMU University, Virginia, Amerika Serikat.

Menurut Arnold, dia adalah seorang product guy. Artinya, dia membangun produk berdasarkan apa yang dibutuhkan konsumen. Namun, dia tetap menyarankan konsumen untuk tetap mendengarkan opini orang lain.

“Yang saya tahu, untuk sukses di bisnis digital Indonesia, membutuhkan audiens yang banyak. Di Eropa, hal ini menjadi sangat sulit karena setiap negara memiliki budayanya sendiri, membuatnya agak sulit untuk diukur. Di Indonesia, meskipun dengan banyak budaya yang berbeda, cara orang beraktivitas masih tetap sama. Itulah mengapa saya memulai perjalanan digital saya di Indonesia,” ungkap pria yang menikah dengan wanita Bali dan dikaruniai tiga anak ini.

Dulu, Arnold mengaku memang sulit untuk menggapai mimpinya menaklukkan dunia digital Indonesia karena internet sangat mahal. Oleh karena itu, pada masa-masa awal, dia mulai mendirikan software house di Bali, membangun jalur untuk pasar Eropa, sebagai proyek sampingan. Dan jurus itu menjadi cikal bakal membidani lahirnyal Tokobagus.com.

Pria kelahiran Rotterdam, 26 Maret 1980 ini mengungkapkan, saat ini dirinya sudah exit dari OLX dan Ovo. Sehingga, lebih fokus mengelola Sprout, Labamu dan Toco. Sptout adalah perusahaan yang menawarkan jasa membuat aplikasi dan website skala korporasi. Sedangkan Labamu adalah platform pencatatatan transaksi digital. Dan Toco adalah marketplace berbasis komunitas, baik itu komunitas pecinta hewan, olah raga, pehobi sepeda, komunitas keagamaan, pecinta tanaman hias, pecinta kuliner, memasak, parenting, golf, pecinta sepatu sneakers, cat & dog lovers dan sebagainya.

“Pokoknya semua komunitas dengan berbagai latar belakang bisa bergabung dengan Toco. Transaksi barang bisa baru atau seken. Saya harapkan minimal 1.000 anggota komunitas secepatnya bergabung dengan Toco. E-commerce Toco tidak mau rakus ambil keuntungan, lebih baik digunakan untuk bantu masyarakat Indonesia. Kami mewadahi jual beli yang adil untuk masyarakat,” tuturnya yang menggratiskan biaya transaksi seller dan buyer di platform Toco. Dia meyakini aplikasi ini akan kembali menggeliatkan dunia usaha online sehingga lebih terpercaya dan user friendly.

Toco Pelopori Marketplace Berbasis Komunitas

Pada awal kemunculannya belasan tahun silam, pasar digital umumnya menerapkan pemasangan iklan gratis sehingga dapat melahirkan pelaku usaha baru, yang menghidupkan roda perekonomian. Namun, beberapa tahun terakhir konsep pemasangan iklan secara gratis sudah tidak berlaku lagi di Indonesia.

Semua platform jual beli sudah menegakkan biaya administrasi, biaya layanan, biaya aplikasi dan biaya-biaya lainnya. Kondisi ini membuat perdagangan di pasar digital semakin ketat, sehingga melibas pelaku usaha kecil, seperti UMKM yang baru memulai usahanya dan beranjak masuk dunia online untuk berjualan.

Nah, Toco, aplikasi marketplace dan iklan baris berbasis komunitas pertama di Indonesia, mengumumkan kehadirannya di industri e-commerce. Bertempat di Bintaro Plaza, Tangerang Selatan, Toco menggandeng Kerabat Dekat Reptile Tangsel (KDRT), mengadakan pameran dan kontes reptil terbesar tahun ini. Terutama fitur ruang komunitas yang ada di platform Toco.

Acara bertajuk “Reptile Party” ini sukses memberikan pengalaman berkesan bagi semua orang yang hadir, terlebih para pecinta reptil dan hewan peliharaan selama dua hari (4-5 Agustus 2024). Belasan booth berpartisipasi memamerkan berbagai macam reptil dan hewan peliharaan, serta booth Toco yang mewadahi jual-beli tanpa biaya admin apapun.

Founder & CEO toco, Arnold Sebastian Egg mengatakan, acara ini menjadi favorit di kalangan pengunjung, karena memberikan perpaduan antara edukasi dan hiburan. Pengunjung telah melihat berbagai jenis reptil, mulai dari gecko, ular, iguana, kura-kura eksotis, hingga peliharaan lainnya seperti kucing, kelinci, dan sugar glider. Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan potongan harga hingga 90% dalam event ini jika melakukan pembelian melalui aplikasi Toco.

Kehadiran Toco dalam event Reptile Party di Bintaro Plaza (Foto: Eva/Swa)

“Dalam event ini, Toco sekaligus memperkenalkan fitur barunya, yaitu Toco Community. Fitur ini dirancang untuk mendukung interaksi dan kolaborasi antar komunitas, menjadikan toco sebagai tempat yang sempurna untuk berbagi dan belajar bersama. Dengan Fitur Ruang Komunitas, pengguna dapat membuat dan bergabung dengan grup berdasarkan minat mereka, berpartisipasi dalam diskusi, dan mengadakan acara komunitas,” jelasnya.

Arnold mengklaim Toco adalah aplikasi marketplace dan classified baru di Indonesia. Bedanya, Toco mengutamakan merchant agar bisa berjualan dengan bebas tanpa biaya admin. “Kami kita tidak setuju dengan biaya admin 5%, 7%, 12% yang dibebankan kepada merchant, karena itu sangat merugikan mereka yang margin awalnya saja sudah kecil, jadi kami berikan gratis biaya transaksi di Toco,” dia menegaskan.

Toco bertujuan untuk merevolusi lanskap marketplace online. Sebagai platform unik di mana pengguna bisa berjualan tanpa biaya admin sepeserpun dan berinteraksi dengan komunitasnya, Toco ingin menciptakan platform yang inklusif dan memberdayakan komunitas di seluruh Indonesia. Toco berkomitmen untuk mendukung para penjual dan pembeli dengan menyediakan platform yang mudah digunakan dan bebas dari biaya admin, sehingga setiap orang dapat berjualan dan membeli dengan lebih leluasa.

“Kehadiran Toco dalam event Reptile Party ini mewarnai berjalannya acara. Pecinta reptil jadi mempunyai wadah tersendiri untuk bertransaksi dan berkumpul dengan komunitasnya dalam aplikasi toco," ucap Miftah Rizky Adnan, ketua pelaksana event Reptile Party 2024. Menurutnya, hadirnya Toco, berjualan dan berbelanja menjadi lebih mudah dan menyenangkan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag