Sirclo dan idEA Perkuat Ekosistem Sinergi Ekonomi Digital di E-Commerce Expo
Sirclo dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mempererat kolaboarasi dan berikhtiar mempercepat pertumbuhan lanskap e-commerce dan ekonomi digital di Indonesia. Rencananya, para penggiat industri e-commerce bakal tumplek blek di ajang E-Commerce Expo 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, pada 24-25 September 2024.
Brian Marshal, Chief Executive Officer dan Founder Sirclo, mengatakan dinamika perkembangan teknologi digital ini memerlukan antisipasi dan tindakan proaktif dalam menciptakan inovasi. "Khususnya transformasi digital di sektor perdagangan, e-commerce memiliki peran strategis dalam ekonomi digital Indonesia, yang diprediksi secara konsisten akan terus bertumbuh pada tahun-tahun mendatang," ujar Brian yang dikutip pada Sabtu (21/9/2024).
Brian, pada keterangan tertulisnya ini, menyamapaikan E-Commerce Expo 2024 merupakan perwujudan komitmen Sirclo untuk memperkuat ekosistem e-commerce dengan membekali para pelaku usaha berupa wawasan, kemampuan adaptif, hingga secara kolektif mampu mendongkrak potensi ekonomi digital.
Ketua Umum idEA, Hilmi Adrianto, menyampaikan, sinergi lintas sektor, mulai dari lembaga pemerintah, swasta, asosiasi, pakar, hingga pelaku usaha, diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital. "Sebagai mitra resmi Sirclo di E-Commerce Expo 2024, kami berharap acara ini dapat menjadi ruang diskusi aktif bagi pemangku kepentingan dalam membahas strategi dan inovasi demi mempercepat kemajuan e-commerce dan kontribusinya pada ekonomi digital,” ujar Hilmi.
Pameran e-commerce terbesar di Indonesia ini mengusung tema Accelerating the Path Forward, Together dan bakal dihadiri lebih dari 70 pakar industri, 300 pengambil keputusan, dan menargetkan 2.000 peserta. Acara tahun ini menjadi ajang memperluas wawasan praktis, bertukar pikiran, dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, mitra, asosiasi, peritel, hingga penggiat teknologi.
Pada 2030, pemerintah memperkirakan bahwa ekonomi digital Indonesia akan tumbuh hingga empat kali lipat atau mencapai nilai Rp5.800 triliun. Kemajuan sektor ini turut dirumuskan oleh pemerintah dalam Visi Indonesia Digital 2045. Indonesia berambisi untuk beralih dari konsumen teknologi global menjadi inovator global. Ekonomi digital menjadi salah satu pilar utama yang diharapkan memberikan kontribusi sebesar 19% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital yang begitu besar, pemerintah menyadari disrupsi teknologi yang perlu diperhatikan. Menyikapi hal tersebut, E-Commerce Expo 2024 turut menghadirkan berbagai gagasan vital seputar tantangan dan peluang masa depan e-commerce. Selain kebijakan, tren, dan perilaku konsumen digital terkini, acara ini juga mengangkat perkembangan inovasi terkini seperti artificial intelligence, cryptocurrency, hingga keamanan data (cyber security), yang semakin relevan dalam menjaga pertumbuhan ekosistem digital yang berkelanjutan.
Hilmi menyampaikan industri digital, termasuk e-commerce, merupakan sektor yang sangat dinamis. Sharing pemikiran, pendapat, dan pengalaman sangat penting untuk bisa memastikan ekonomi digital Indonesia berada di jalur pertumbuhan yang tepat. (*)