Startup Insurtech Rey Raih Pendanaan Tambahan Rp53,2 Miliar dari Sejumlah Investor
Startup teknologi asuransi (insurtech) asal Indonesia, Rey, mengumumkan pendanaan tambahan senilai US$3,5 juta (Rp53,2 miliar, kurs US$1 = Rp15.200) dari CyberAgent Capital, Arthazen Capital, dan PT Gametraco Tunggal. Pendanaan tersebut digunakan untuk meneruskan komitmen perusahaan untuk mengembangkan asuransi dan pembiayaan kesehatan (health financing).
Investor existing Rey turut berpartisipasi dalam pendanaan tersebut. Mereka adalah Trans Pacific Technology Fund (TPTF), Genesia Ventures, dan Reycom Document Solusi (RDS).
Hingga saat ini, perusahaan memperluas jangkauan bisnisnya dengan membantu perusahaan asuransi konvensional menjadi solusi kesehatan menyeluruh yang memanfaatkan teknologi, pendekatan, dan ekosistem yang dikembangkan Rey.
Adapun inovasi yang Rey kembangkan antara lain model bisnis administrasi pihak ketiga (TPA) secara digital. Ini memungkinkan pihak ketiga tidak hanya melakukan layanan administrasi klaim, tetapi juga fokus pada keterlibatan layanan kesehatan baik secara preventif dan kuratif.
CEO dan Co-Founder Rey, Evan Tanotogono menjelaskan, ekosistem digital dalam Rey antara lain telekesehatan, ajudikasi klaim, care management, fitur kebugaran, hingga optimalisasi klaim.
“Ini belum pernah menjadi prioritas bagi model TPA konvensional,” jelas Evan dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (1/10/2024).
Rey kini sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan generatif (AI generatif) dan rekam medis elektronik (RME) untuk klaim dan underwriting kesehatan. Sebelumnya, Rey memperoleh pendanaan sebesar US$4,2 juta (sekitar Rp63 miliar) dari TPTF, Genesia Ventures, dan Reycom Document Solusi pada Juli 2022. TPTF merupakan investor pre-seed Rey senilai US$1 juta (Rp14,2 miliar) pada September 2021. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.