Dana Kelolaan di Maybank Syariah Tumbuh 70%

Jumpa Pers Maybank Indonesia di Jakarta, Kamis (3/10/2024). (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA).

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), melalui Unit Usaha Syariah (UUS), memperkuat solusi pengelolaan kekayaan Maybank Shariah Wealth Management (MySWM). Aliang Sumitro, Head Wealth Management Maybank Indonesia, menjabarkan dana kelolaan (assets under management/AUM) perseroan pada semester pertama tahun ini tumbuh sebesar 70% secara tahunan.

Dia mengatakan manajemen pengelolaan kekayaan adalah kunci untuk meraih masa depan yang sejahtera. "Dengan merencanakan dan mengelola aset secara bijaksana, kita tidak hanya membangun keamanan finansial, namun juga menciptakan peluang untuk pertumbuhan dan memberikan manfaat bagi generasi penerus. Layanan pengelolaan kekayaan ini tidak hanya membantu nasabah mencapai keseimbangan keuangan, namun juga memberikan ketenangan dan mencapai keberkahan spiritual di masa depan. ," kata Aliang di Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Adapun, kontribusi fee based income Maybank Syariah berkontribusi sebesar 25% dari total fee based income Maybank Indonesia. Pendapatan berbasis komisi Maybank Syariah per Juni 2024 mencapai Rp68,6 miliar. Artinya, fee based income dari bisnis MySWM telah mencapai sekitar Rp17,15 miliar.

Aliang menyampaikan Maybank Indonesia terus memperluas portofolio produk syariah dengan menambah layanan maupun akses digital untuk memberikan kemudahan dan inklusi keuangan yang lebih luas. Maybank Indonesia pada pertengahan tahun ini mengelola kantor cabang sebanyak 327 unit, termasuk cabang Syariah yang tersebar di Indonesia dan satu cabang luar negeri (Mumbai, India), 22 KCP Mobile dan 735 ATM (termasuk 26 Cash Recycle Machines/CRM) yang terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM di jaringan ATM Prima, ATM Bersama, Alto, Cirrus.

ATM ini terhubung dengan 3.500 ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp115,58 triliun dan memiliki total aset senilai Rp189,16 triliun pada Juni 2024. (*)

# Tag