Program Desa Perikanan Digital eFishery dan Kemenkominfo Panen 80 Ton Ikan

eFishery, perusahaan teknologi akuakultur asal Indonesia, bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melaksanakan Program Desa Perikanan Digital di Pasuruan, Jawa Timur dan Sukabumi, Jawa Barat, sejak Maret 2024.
Program ini memberikan 60 eFeeder, alat pemberi makan ikan otomatis buatan eFishery, bagi 60 orang pembudidaya ikan di Sukabumi dan Pasuruan selama satu siklus panen (tiga bulan). Hasilnya, kedua daerah berhasil membukukan 80 ton ikan, yang terdiri dari 50 ton ikan nila di Sukabumi, serta 30 ton ikan lele di Pasuruan.
Muhammad Chairil, VP of Public Affairs eFishery mengatakan, Perusahaan berhasil membuktikan bahwa penggunaan teknologi dalam perikanan budidaya mampu meningkatkan produktivitas, sehingga akan memberikan dampak positif juga bagi para pembudidaya, khususnya dari segi ekonomi dan kesejahteraan. Sektor akuakultur di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat tinggi untuk berkembang dan dapat mendukung ketersediaan protein ke depan untuk mendorong Program Indonesia Emas,
“Untuk itu kami terus berusaha menggalakkan adopsi teknologi untuk mengakselerasi pertumbuhan di sektor ini. Ke depannya, kami berharap dapat terus menjalin kerja sama dengan Kemenkominfo dan pemangku kepentingan terkait, serta memberikan manfaat bagi lebih banyak pembudidaya melalui program ini,” ujar Muhammad Chairil, dilansir swa.co.id, Senin (7/10/2024).
eFeeder merupakan teknologi pemberi pakan otomatis untuk ikan dan udang yang berfokus pada efisiensi pakan dan pengurangan limbah yang diciptakan oleh eFishery. eFeeder mampu mempercepat siklus panen hingga 74 hari, serta meningkatkan efisiensi pakan hingga 30% dan meningkatkan kapasitas produksi hingga 25%.
Berdasarkan riset dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada tahun 2022, pembudidaya yang menggunakan eFeeder mengalami peningkatan pendapatan hingga 45%.
Selain itu, hasil riset juga menunjukkan bahwa eFeeder mampu meningkatkan Food Conversion Ratio (FCR), yaitu perbandingan antara makanan yang diberikan dengan selisih berat benih dan ikan yang dipanen untuk menunjukkan salah satu ukuran efisiensi produksi.
Pembudidaya yang menggunakan eFeeder memperoleh hasil FCR antara 0,85 sampai 1,34, dengan rata-rata 1,09. Hal ini berarti setiap tambahan pakan ikan 1 kg akan menghasilkan penambahan berat ikan sampai dengan 1,2 kg.
"Kemitraan strategis antara Kemenkominfo dan eFishery adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan swasta dapat menghasilkan inovasi yang berdampak besar. Kami mengapresiasi inisiatif eFishery dalam mengatasi kesenjangan digital di sektor perikanan. Dengan eFeeder, pembudidaya ikan di seluruh Indonesia kini memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi dan meningkatkan produktivitasnya,” ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika. (*)