Layani Kebutuhan Nasabah, Customer Base BSI Terus Bertambah
Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya menginginkan sebuah transaksi yang berlandaskan pada syariat-syariat Islam. Melihat hal ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) hadir untuk mengakomodasi dan menguatkan ekosistem perbankan syariah untuk masyarakat muslim sebab potensi pasarnya sangat besar.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menuturkan berbagai prestasi itu, tentunya berkat sejumlah strategi yang sudah dilancarkan sejak 2021 lalu. BSI fokus melayani nasabah yang preferensi syariah tinggu namun penetrasi rendah. Sekitar 20,7 % konsumen merupakan tipe rasionalis yang digaet oleh BSI.
“Menggabungkan persepsi orang (rasionalis) tentang layanan perbankan yang harus keren, digital, dan halal. Sehingga itu yang berusaha menjadi salah satu parameter pendukung untuk memberi BSI nilai lebih,” ucapnya, Selasa (8/10/2024).
Oleh karenanya, BSI menghadirkan pelayanan digital channel agar nasabah mudah bertransaksi. Per Juni 2024, shifting transaksi teller ke e-channel sudah mencapai 97,9% setara Rp392,07 juta ketimbang Juni 2023 yang masih berada di Rp305,79 juta. Sementara itu, Per Juni 2024 volume transaksi e-channel naik Rp803,76 triliun ketimbang Rp585,68 triliun pada Juni 2023 lalu.
Adapun pelayanan e-channel, imbuh Anton, BSI terus menaikkan populasinya. Seperti pengguna mobile banking naik 29% atau Rp7,4 juta (yoy), lalu merchant QRIS naik 94% setara 392 ribu. “BSI punya banyak ruang bergerak lebih kuat lagi di digital model. User mobile BSI sudah banyak, tapi kemudian kita akan lompatkan lagi nanti dengan user mobile banking sehingga jauh lebih kuat lagi kapabilitasnya,” tuturnya.
Potensi itu tercermin dalam sejumlah pencapaian BSI selama tiga tahun belakangan ini. Per Juni 2024, customer base BSI bertumbuh pesat 6,5 juta menjadi total 20,46 juta ketimbang Februari 2021 yakni 14,41 juta.
Angka ini membuktikan adanya percepatan lebih dari 300 kali dengan 1.031 kantor cabang. Bahkan jumlah kantor cabang itu mencetak rekor bank terbesar peringkat 5 di Indonesia. (*)