IFG Gencarkan Transformasi, Perkuat Daya Saing di Industri Keuangan Nasional
Indonesia Financial Group (IFG) terus memperkuat posisinya di industri keuangan nasional melalui serangkaian program transformasi di berbagai aspek. Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan adaptabilitas perusahaan serta daya saing yang lebih tinggi, terutama di tengah perubahan lanskap industri keuangan yang semakin dinamis. Transformasi ini difokuskan untuk menciptakan perusahaan yang lebih gesit, mendukung inklusi keuangan, dan memperkuat manajemen investasi serta tata kelola likuiditas.
Menurut Wakil Direktur Utama IFG, Haru Koesmahargyo, transformasi ini sangat penting untuk memastikan IFG tetap kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional. Tujuan dari transformasi di IFG ini, katanya, agar perusahaan tetap gesit, mampu bersaing, memancing peningkatan inklusi keuangan dan bertambah kuatnya investasi dan tata kelola likuiditas.
Pilar Transformasi IFG: Tata Kelola, Risiko, dan Teknologi
Strategi transformasi IFG mencakup beberapa aspek penting, di antaranya adalah perbaikan tata kelola, pengelolaan risiko, dan manajemen investasi. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah integrasi proses underwriting di bawah pengawasan holding. Transformasi ini tidak hanya memastikan efisiensi operasional, tetapi juga mendorong penerapan standar tata kelola yang lebih ketat di seluruh anak perusahaan.
Dalam aspek teknologi, IFG menerapkan program layanan bersama (shared service) yang memungkinkan pengelolaan belanja teknologi informasi menjadi lebih optimal. Dengan adanya shared service, perusahaan dapat mengurangi beban biaya operasional secara signifikan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya. "Hal ini tentunya dapat berdampak pada penghematan biaya operasional yang signifikan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya perusahaan," tambah Haru, dikutip Rabu, 9/10/2024.
Untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan, IFG juga mendorong seluruh anggota holding untuk menerapkan aturan PSAK 117. Dengan demikian, standar modal minimum dan laporan keuangan perusahaan akan semakin kuat. Langkah ini sejalan dengan upaya IFG untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan, yang pada akhirnya akan memperkuat daya saing di pasar nasional dan internasional. "Dengan transformasi yang terus dilakukan, IFG dapat memperkuat posisinya untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional," kata Haru.
Kinerja Finansial yang Solid
Transformasi yang dilakukan IFG telah membuahkan hasil yang signifikan, terbukti dengan predikat sebagai perusahaan jasa keuangan non-bank terbesar di Indonesia. Pada tahun 2023, IFG mencatatkan total aset senilai Rp134,8 triliun. Di sektor asuransi, IFG mencatatkan kinerja yang impresif sebagai perusahaan asuransi umum terbesar dengan total GWP (Gross Written Premium) sebesar Rp11,9 triliun pada tahun yang sama. Di sektor asuransi jiwa dan kesehatan, IFG juga menorehkan pencapaian dengan total APE (Annual Premium Equivalent) sebesar Rp3,37 triliun pada kuartal II 2024.
Dalam hal investasi, IFG menunjukkan pengelolaan yang cermat dengan mengelola reksa dana senilai Rp46,22 triliun pada tahun 2023. Kinerja investasi yang solid ini turut memperkuat fondasi keuangan perusahaan di tengah tantangan ekonomi global.
Tren Kinerja Lima Tahun Terakhir
Selama lima tahun terakhir (2019-2023), IFG berhasil mencatatkan tren pertumbuhan positif, meski dihadapkan pada berbagai tantangan industri. Laba bersih perusahaan tumbuh sebesar 1,47% CAGR, sedangkan pendapatan underwriting meningkat 9,5% CAGR.
Meskipun demikian, IFG menghadapi penurunan laba bersih pada tahun 2023 yang mencapai Rp2,3 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp4,1 triliun pada 2022. Pendapatan underwriting juga mengalami penurunan menjadi Rp25,4 triliun pada 2023, dibandingkan Rp27,4 triliun pada tahun sebelumnya.
Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi IFG dalam mempertahankan pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global. Namun, dengan berbagai inisiatif transformasi yang terus dilakukan, perusahaan optimistis mampu mengatasi hambatan ini dan kembali mencatatkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang. (*)