IHSG Diprediksi Sideways, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Ini
PT BNI Sekuritas memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh data infalsi Amerika Serikat (AS). "IHSG akan cenderung untuk bergerak sideways setelah data inflasi AS sedikit lebih tinggi dari forecast sehingga investor lebih pesimis untuk The Fed cut rate ke depannya," ujar Head of Research Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman pada risetnya di Jakarta, Jumat (11/10/2024).Level support IHSG di 7.400-7.450 poin, sedangkan resistance pada rentang 7,550-7.600 poin.
Wall Street ditutup melemah karena investor melihat inflasi dan klaim pengangguran lebih tinggi dari perkiraan.Indeks Dow Jones pada Kamis kemarin turun 0,14% menjadi 42.454,12, indeks S&P 500 melemah 0,21% ke 5.780,05 dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,05% ke 18.282,05.
Indeks Harga Konsumen pada September 2024 naik 0,2% secara bulanan dan naik 2,4% jika dibandingkan September tahun lalu. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Angka IHK inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi naik 3,3% YoY, dibandingkan perkiraan sebesar 3,2%.
Pada laporan terpisah yang dirilis pada Kamis, klaim pengangguran AS juga naik menjadi 258.000 untuk minggu yang berakhir pada 5 Oktober, dibandingkan perkiraan sebesar 230.000.
Bursa Asia-Pasifik kompak naik pada Kamis pekan ini, mengikuti kenaikan Wall Street. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,43%. Bursa saham China dan Hong Kong juga menguat. Indeks CSI300, yang terdiri dari saham-saham unggulan China dan indeks Shanghai Composite keduanya naik lebih dari 1%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 3%.
Bank sentral China mengumumkan bahwa mereka akan mulai menerima aplikasi untuk fasilitas swap senilai 500 miliar yuan (US$70,62 miliar) dari lembaga keuangan, langkah yang bertujuan menyalurkan lebih banyak dana ke pasar saham. Selain itu, investor menunggu pengumuman kebijakan lebih lanjut pada Sabtu pekan ini.
Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,2%. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,2%, terdorong penguatan saham investor teknologi SoftBank Group naik 3,97%. Saham pemilik merek Uniqlo, Fast Retailing, naik 1,28%. Saham Nikon naik 5,55% dan menjadi saham dengan kenaikan persentase tertinggi di Nikkei. Selain itu, saham Lion Corp melonjak 6,95% setelah laporan bahwa Japan Activation Capital, sebuah dana investasi yang didirikan oleh mantan eksekutif Carlyle di Jepang, telah berinvestasi di produsen barang konsumen tersebut. Sementara, Taiex Taiwan tutup libur nasional.
Kemarin, IHSG ditutup turun 0.28% kemarin, dan masih disertai dengan net sell asing senilai Rp767 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, ADRO, UNTR, BBNI dan BUKA.
Trading idea hari ini: CTRA, BRMS, ADRO, MEDC, MYOR, dan AMRT
CTRA spec buy, dengan area beli di Rp1.320, cutloss jika break di bawah Rp1.300. Jika tidak break di bawah Rp1.320, potensi naik ke Rp1.340-1.380 pada jangka pendek (short term).
BRMS spec buy, area beli di Rp262, cutloss jika break di bawah Rp260. Jika tidak break di bawah Rp260, potensi naik ke Rp268-272 short term.
ADRO spec buy, area beli di Rp3.800, cutloss jika break di bawah Rp3.730. Jika tidak break di bawah Rp3.730, potensi naik ke Rp3.900-3.950 short term.
MEDC spec buy dengan area beli di Rp1,340, cutloss jika break di bawah Rp1.330. Jika tidak break di bawah Rp1.330, potensi naik ke Rp1.365-1.380 short term.
MYOR spec buy, area beli di Rp2,600, cutloss jika break di bawah Rp2.570. Jika tidak break di bawah Rp2,570, potensi naik ke Rp2.640-2.700 short term.
AMRT spec buy, beli di Rp 3.110-3.130, cutloss jika break di bawah Rp3.070. Jika tidak break di bawah Rp3.110, potensi naik ke Rp3.180-3.230 short term. (*)