Gandeng Generasi Milenial, CV Fiona Benih Mandiri Siap Cetak Agropreneur
Dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di daerah lumbung padi Pulau Jawa, para petani terus melakukan berbagai inovasi. Peningkatan produktivitas ini dipastikan ikut mendorong pendapatan para petani, terutama dengan memanfaatkan benih padi unggulan berkualitas tinggi yang sangat berperan penting dalam proses produksi beras.
Seiring dengan tantangan pertanian di Indonesia, Khaerul Anam Syah, CEO CV Fiona Benih Mandiri, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara maksimal. CV Fiona, sebagai salah satu produsen benih padi unggulan bersertifikat terbesar di Jawa Barat, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti penangkar, distributor, dan lembaga sertifikasi, guna mendorong adopsi benih unggul serta meningkatkan kapasitas para agropreneur muda di provinsi tersebut.
Menurut Khaerul Anam, usaha penangkaran benih padi tetap menjadi pilihan yang solid bagi CV Fiona karena memiliki prospek yang sangat baik. Berbeda dengan pengalaman usaha sebelumnya yang tidak sukses, CV Fiona saat ini fokus menjual benih secara tunai untuk menjaga stabilitas bisnis. Usaha ini difokuskan pada produksi varietas unggul padi, termasuk High Yielding Varieties (HYV), yang dikenal mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
CV Fiona juga membangun komunitas penangkar benih (nursery) untuk memastikan pasokan benih berkualitas bagi para petani skala kecil. Hasilnya, lebih dari 26.000 petani di berbagai daerah telah mengadopsi benih varietas unggul ini, dengan rata-rata peningkatan pendapatan mencapai 31%.
Sebagai produsen yang serius dalam mengembangkan sektor benih, CV Fiona berhasil memproduksi sekitar 2.500 ton benih padi per tahun, dengan 53% di antaranya merupakan varietas unggul. Perusahaan ini juga berencana untuk terus meningkatkan produksi, dengan target tambahan 1.000 ton benih HYV setiap tahunnya. Pasar utama untuk benih tersebut adalah Jawa Barat, namun perusahaan sedang memperluas jangkauannya ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Sebagian besar benihnya dipasarkan di kawasan Jawa Barat dan perusahaan ini melakukan ekspansi ke Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ungkap Anam dalam siaran pers yang diterima swa.co.id, Jum’at (11/10).
Dalam rangka meningkatkan keterlibatan para pemuda dalam sektor pertanian, CV Fiona juga melakukan upaya penting melalui program pelatihan dan magang. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para wirausahawan pertanian muda yang berminat dalam mendirikan persemaian benih padi HYV. Hingga saat ini, perusahaan telah melatih sekitar 30 generasi milenial dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), setengah dari populasi petani Indonesia berusia antara 45 hingga 65 tahun, sementara petani muda hanya berkisar 9%. Hal ini menunjukkan bahwa minat kaum muda dalam bidang pertanian sangat rendah, yang bisa menjadi ancaman bagi masa depan sektor pertanian.
“Kami perlu menunjukkan kepada mereka bahwa terdapat peluang yang menanti mereka di sektor pertanian modern, termasuk melalui inovasi seperti benih padi varietas unggul (HYV),” ujar Anam. Melalui inovasi ini, diharapkan pertanian tidak lagi dipandang sebagai profesi yang kurang menguntungkan, melainkan sektor yang dinamis dan menjanjikan.
Tak hanya fokus pada produksi benih, CV Fiona juga mendirikan Koperasi Tabur Benih Melati, yang berperan sebagai jaringan penangkar benih, buruh, dan karyawan CV Fiona. Koperasi ini diharapkan mampu meningkatkan koordinasi dan distribusi benih, serta memberikan keuntungan tambahan bagi para anggotanya.
Dengan berbagai upaya inovasi dan pengembangan yang dilakukan, CV Fiona Benih Mandiri tidak hanya berhasil meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi kaum muda di sektor ini. Pertanian modern di Jawa Barat, khususnya melalui adopsi teknologi dan inovasi seperti HYV, diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi yang berkelanjutan di masa depan. (*)