Indonesia Infrastructure Finance (IIFF) Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi

Indonesia Infrastructure Finance (IIFF) Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi
Ilustrasi proyek-proyek PT Indonesia Infrastructure Finance (IIFF). Foto Indonesia Infrastructure Finance

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIFF) melakukan perubahan anggota direksi dan/atau anggota dewan komisaris. Merangkum dari laporan keterbukaan informasi, komposisi pengurus perseroan yakni Rizki Pribadi Hasan selaku presiden direktur sementara (interim).

“Perseroan melalui keputusan sirkuler, para pemegang saham menyepakati dan menyetujui untuk mengangkat Bapak Rizki Pribadi Hasan sebagai Presiden Direktur Sementara/Direktur Keuangan (Chief Executive Officer Interim/Chief Finansial Officer),” tegas SVP Head of Legal and Corsec Indonesia Infrastructure Finance, N. W. Hadi, pada keterbukaan informasi pada Senin (14/10/2024).

Pengangkatan Rizki sebagai presiden direktur sementara/direktur keuangan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah melakukan uji kemampuan dan kepatutan. Dengan begitu, rincian jajaran eksekutif Indonesia Infrastructure Finance antara lain sebagai berikut.

  • Presiden Direktur Sementara dan Direktur Keuangan: Rizki Pribadi Hasan
  • Direktur Investasi: Mohammad Ramadhan Harahap
  • Direktur Risiko: Lestari Andaluscia Umardin

Adapun jajaran dewan komisaris Indonesia Infrastructure Finance antara lain sebagai berikut.

  • Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Darmin Nasution
  • Komisaris Independen: Rinaldi Firmansyah
  • Komisaris Independen: Rizal Bambang Prasetijo
  • Komisaris: Bhimantara Widyajala
  • Komisaris: Oza Olavia
  • Komisaris: Supriya Prakash Sen
  • Komisaris: Marc Oliver Juenemann
  • Komisaris: Lodewijk Govaerts
  • Komisaris: Yuji Fukuda.

Saat ini, perusahaan tengah mempercepat proyek pembangunan infrastruktur daerah tertinggal. Setidaknya ada dua proyek yang digarap senilai Rp1,3 triliun. Pertama, kolaborasi dengan Len Group berupa proyek Palapa Ring Paket Tengah senilai Rp975 miliar.

Dana tersebut disalurkan melalui kredit sindikasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Tujuannya, proyek ini dapat memperluas konektivitas telekomunikasi di seluruh Indonesia, termasuk menjangkau area terpencil.

Proyek kedua, perusahaan menyalurkan investasi kepada PT Surya Energi Indotama senilai Rp340 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur base transceiver station (BTS) di Papua Barat dan Papua Tengah. (*)

# Tag