Ekonom : Bank Indonesia Berpeluang Untuk Kembali Menurunkan Suku Bunga

Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan atau menurunkan suku bunga atau BI rate. Bank Indonesia pada pekan ini akan melangsungkan Rapat Dewan Gubenur (RDG) untuk menentukan kebijakan ini. Kepala Ekonom di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, mengatakan Bank Indonesia (BI) memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bsp) atau menjadi 5,75% di akhir tahun 2024. “BI masih ada peluang menurunkan suku bunga 25 basis poin lagi sampai akhir tahun ini,” ujar David ketika dihubungi swa.co.id di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Menurutnya, deflasi yang sudah terjadi 5 bulan berturut-turut dan rupiah yang relatif stabil adalah sejumlah faktor yang menyokong kebijakan BI untuk menurunka nsuku bunga tersebut. “Kebijakan The Fed dan faktor geopolitik seperti ketegangan Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga minyak merupakan faktor yang dipertimbangkan BI,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bank sentral Amerika Serikat (AS), yakni The Federal Reserve (The Fed), dan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya. The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75-5,0%. Kemudian Bank Indonesia juga mengambil keputusan dengan menurunkan suku bunga acuan BI Rate dari 6,25% menjadi 6%. Suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,75%.
Pada RDG di September 2024, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan keputusan BI ini sejalan dengan sasaran inflasi 2,5±1%, penguatan dan stabilitas nilai tukar Rupiah dan perlunya upaya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Ke depannya, BI terus mencermati ruang penurunan suku bunga kebijakan sesuai dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, nilai tukar Rupiah yang stabil dan cenderung menguat, serta pertumbuhan ekonomi yang perlu terus didorong agar lebih tinggi. (*)