Good Doctor Indonesia Diakuisisi Startup Kesehatan asal Singapura

Startup teknologi kesehatan (healthtech) asal Indonesia, Good Doctor Indonesia diakuisisi oleh startup healthtech asal Singapura WhiteCoat dengan nilai yang tidak diungkapkan. Akuisisi ini menandakan salah satu aksi korporasi terbesar di Asia Tenggara, karena akan menggabungkan dua perusahaan telekesehatan terbesar di kawasan tersebut.

Melalui akuisisi ini, maka kehadiran WhiteCoat di pasar Indonesia akan semakin kuat. WhiteCoat akan memperdalam kemitraan dengan perusahaan asuransi dan korporasi dengan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan omnichannel.

Sementara itu Good Doctor Indonesia akan memperkuat layanan kesehatan digital bersama WhiteCoat. Adapun ekosistem Good Doctor Indonesia yang memiliki lebih dari 130 perusahaan asuransi, 7.500 mitra korporasi dan lebih dari 6,8 juta klien.

Lebih detail, WhiteCoat memiliki platform digital yang menghubungkan pasien dengan rumah sakit ke berbagai layanan, mulai dari layanan primer, spesialis, dan sejenisnya. Selain di Singapura, WhiteCoat memperluas jangkauan bisnis di Indonesia, Vietnam dan Malaysia. Sementara Good Doctor menyediakan layanan farmasi dan kebugaran, serta bermitra dengan berbagai asuransi kesehatan.

CEO dan Founder WhiteCoat, Bryan Koh, mengatakan aksi korporasi dengan Good Doctor Indonesia menjadi langkah transformatif perusahaan untuk mengembangkan industri kesehatan di Asia Tenggara.

“Langkah ini tidak hanya memperkuat kehadiran kami di Asia Tenggara, tetapi juga memberikan layanan inovatif, berbasis teknologi dan bekerja inovatif, serta meningkatkan akses layanan kesehatan di luar anggota yang diasuransikan,” kata Koh dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (15/10/2024).

Senada dengan Koh, CEO Good Doctor Indonesia, Danu Wicaksana mengatakan aksi korporasi ini sejalan dengan visi dan misi perusahaan, yaitu meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta memberikan akses kesehatan digital lebih inklusif.

“Kemitraan kami dengan WhiteCoat memperkuat komitmen kami terhadap janji kami: ‘Satu Dokter untuk Setiap Keluarga di Indonesia,” kata Danu.

Selain mengakuisisi Good Doctor Indonesia, WhiteCoat juga berencana untuk memasuki dua negara di kawasan Asia. Koh menjelaskan, pihaknya aktif mencari peluang baru sambil menerapkan kehati-hatian dalam pemanfaatan pendanaan investor.

“Kami akan mencari pendanaan pada waktu yang tepat untuk mendorong fase pertumbuhan kami berikutnya,” kata Koh. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan layanan omnichannel WhiteCoat dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) generatif. Teknologi AI tersebut berfungsi untuk meningkatkan standar perawatan pasien dan menjangkau pasien lebih luas.

WhiteCoat didirikan sejak tahun 2018, startup ini menyediakan layanan konsultasi dan pengobatan dengan menggunakan model omnichannel dari hulu hingga akhir (end-to-end). Startup tersebut baru-baru ini memperoleh pendanaan dari Raffles Family Office (RFO), bersamaan dengan akuisisi Good Doctor Indonesia dengan nilai yang tidak diungkapkan. Selain RFO, MDI Ventures dan Softbank Vision Fund turut menjadi investor baru WhiteCoat.

Sementara itu, Good Doctor Indonesia didirikan sejak tahun 2018. Startup tersebut terakhir kali menerima pendanaan dari MDI Ventures dan Grab pada Oktober 2023 sebesar US$10 juta. Startup tersebut merupakan mitra strategis dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (*)

# Tag