WebEngage Perluas Jangkauan Bisnisnya ke Indonesia dan Asia Pasifik
Platform teknologi pemasaran (martech) asal India, WebEngage, melakukan ekspansi bisnis retensi dan interaksi pelanggannya ke Indonesia dan Asia Pasifik. Langkah ini dilakukan untuk mencapai pertumbuhan perusahaan pada 2027, dengan menyasar ekosistem startup dan bisnis digital.
Lebih detail, WebEngage akan berfokus pada segmen business to consumer (B2C) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di kawasan tersebut. Vice President of Growth Markets (Timur Tengah, Amerika, dan Asia Pasifik) WebEngage, Hetarth Patel, mengakui kawasan Asia Pasifik—termasuk Indonesia—merupakan kawasan kunci bagi perusahaan berkat perkembangan ekonomi digital.
“Kami bertujuan menjadi mitra platform pemasaran otomatis dan interaksi pelanggan yang paling diminati untuk pelaku bisnis di Asia Pasifik pada tahun 2027,” kata Patel dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu (16/10/2024).
Patel melanjutkan, pelaku bisnis saat ini menyadari pentingnya interaksi pelanggan yang dipersonalisasi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan teknologi AI, personalisasi interaksi pelanggan itu akan mencapai tingkat efisiensi yang baru.
WebEngage adalah platform pemasaran otomatis yang telah memberdayakan 800 merek di kawasan India, Timur Tengah dan Afrika, Amerika Latin, hingga Asia Tenggara. Platform ini pernah bermitra dengan PFI Mega Life, Unilever, Arabian Oud, dan PasarPolis.
WebEngage menerima pendanaan Seri B dari Singularity Growth Opportunities Fund dan SW Global senilai US$20 juta pada Agustus 2022. Sebelumnya, perusahaan tersebut menerima pendanaan Seri A dari IAN Group dan India Quotient sebesar US$ 4 juta pada Januari 2020. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.