BYD Indonesia Bakal Menjadi Kantor Pusat Asia Pasifik
PT BYD Motor Indonesia mendapat suntikan investasi dari perusahaan induknya di Tiongkok. Nilai investasi tersebut menembus jumlah Rp11,7 triliun dengan target produksi kendaraan listrik hingga 150 ribu unit per tahunnya. Hal ini bersamaan dengan penyelenggaraan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yakni Peningkatan Penggunaan Komponen Otomotif Produksi Dalam Negeri dalam Rantai Pasok Global Industri KBLBB Roda Empat di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Direktur Departemen Administrasi BYD, Andy Lin, menuturkan keputusan berinvestasi di Indonesia adalah hal yang tepat bagi pelaksanaan strategi pemasaran global BYD. Selain itu, BYD ingin memasukkan Indonesia sebagai kantor pusat regional Asia Pasifik. Tak hanya soal produksi mobil listrik, BYD juga turut memfasilitasi: penelitian dan pengembangan, penjualan, purna jual, serta pelatihan.
Andy membeberkan akan meluncurkan lebih banyak model kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV) di Indonesia. "BYD akan menggabungkan kemampuan manufaktur otomotif kelas satu di Indonesia dengan teknologi energi baru yang unggul untuk mendukung transformasi dan peningkatan rantai industri otomotif di Indonesia," ujarnya dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (17/10/2024). BYD Indonesia telah memulai pembangunan pabrik dan penjualannya pada Juni 2024 lalu. Per September 2024, BYD Indonesia berhasil menjual dua ribu unit mobil listrik. (*)