Tutupan Hutan Alam oleh Perusahaan Ini Kian Meningkat, Diapresiasi Kementerian LHK

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya di Jakarta, Kamis (17/10/2024). (Foto : Kementerian LHK).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, memberikan penghargaan kepada PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) sebagai pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH), atas keberhasilannya dalam mendukung pemenuhan kontribusi Nationally Determined Contribution (NDC) yang ditetapkan secara nasional melalui pendekatan tutupan hutan alam.

ITCIKU, selaku pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan, dinilai Kementerian LHK telah melakukan kegiatan dalam rangka pengurangan emisi Gas Rumah Kaca melalui pendekatan tutupan hutan alam yang signifikan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan kepada ITCIKU terhadap keberhasilan mendukung pemenuhan komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) melalui pendekatan tutupan hutan alam.

Hasil pemantauan tutupan hutan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara periodik setiap tahun, menunjukan bahwa dalam kurun waktu 2011 sampai dengan 2023, wilayah PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) memiliki kondisi penutupan hutan yang meningkat sebesar 60.045 hektare (ha). Pada 2023 tutupan lahan berhutan di wilayah ITCIKU naik menjadi 123.574,9 ha dari 2011 sebesar 63.610,2 ha Penutupan hutan lahan kering sekunder (hutan alam) meningkat sebesar 65.952,5 ha dari 57.133,00 Ha pada tahun 2011 menjadi 123.085,5 ha pada 2023.

Pendekatan tutupan hutan alam oleh ITCIKU ini menjadi percontohan kepada pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) lainnya untuk bersama Pemerintah Indonesia mendukung tercapaunya NDC pada 2030 dan sebagai Upaya global untuk mengatasi persoalan perubahan iklim

"Kita mengucapkan selamat kepada Hashim Djojohadikusumo, Chairman dan CEO Arasari Group dengan prestasi ITCIKU sebagai PBPH yang telah berhasil mengelola PBPH dengan kondisi tutupan hutan alam yang meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir. Ini menunjukkan kontribusi nyata dunia usaha kepada penurunan emisi GRK yang ditetapkan secara nasional dalam komitmen NDC Indonesia," kata Menteri Siti saat memberikan penghargaan di Jakarta, Kamis (17/10/2024).

Siti Nurbaya, pada keterangan tertulisnya ini, mengatakan pemerintah bisa menemukan pola yang sederhana bisa dibuktikan secara kasat mata terhadap suatu kegiatan atau usaha oleh entitas dunia usaha, pemegang perijinan pemanfaatan hutan melaksanakan aksi iklim dengan hasil nyata telah meningkatkan tutupan hutan alamnya. "Itulah yang dilakukan oleh ITCIKU. Tadi telah kita lihat video snapshot mengenai areal kawasan hutan alam ITCIKU dan proses analisis termasuk field check yang dilakukan," imbuh Siti

Lebih lanjut, Menteri Siti mengatakan pelajaran dengan leading by examples ini menjadi contoh untuk Indonesia dan komunitas global serta dunia usaha. Pada kesempatan ini, Hashim menyampaikan peningkatan tutupan hutan alam di konsesi ITCIKU dalam satu dekade terakhir ini, hingga mencapai lebih dari 115%, merupakan bukti nyata dari aksi iklim pihaknya di tingkat lapangan. Saat ini sekitar 70% konsesinya merupakan tutupan hutan alam. "Kita perlu bukti, bukan hanya sekedar komitmen. Kami membuktikan bahwa konsesi kehutanan dapat berperan nyata dalam mitigasi perubahan iklim," ucap Hashim.

Aksi iklim pihaknya tersebut merupakan bentuk tanggung jawab terhadap generasi mendatang, di antaranya dengan terus memastikan terjadinya peningkatan tutupan hutan alam di konsesi PT ITCIKU sehingga dapat terus berperan dalam penurunan emisi nasional dari sektor kehutanan.

"Kami telah menunjukkan bahwa konsesi kami berkontribusi nyata terhadap pencapaian target NDC Indonesia, dengan peningkatan luasan tutupan hutan alam secara signifikan melalui berbagai kegiatan konservasi dan restorasi, dengan sumber daya dari kami sendiri," katanya.

Praktik kepemimpinan dengan memberikan contoh (leading by example) ITCIKu itu merupakan bagian konsesi kehutanan merupakan salah satu aktor terpenting. "Dan menjadi bagian dari aksi iklim pemerintah dalam memerangi krisis iklim global bersama negara-negara lainnya," sebut Hashim. (*)

# Tag