Single Origin Coffee Mulai Merajai Kedai Indonesia
Perkembangan konsumsi kopi di Indonesia sudah masuk pada gelombang ketiga, yang berarti kian bermunculan konsep kopi spesialti. Selain itu, gelombang tiga ini menandakan kedai kopi lokal mampu bersaing dengan kedai kopi global melalui penyajian single origin coffee (kopi khas beragam daerah) dengan berbagai macam teknik penyeduhan.
Melihat hal tersebut, Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, mengatakan potensi kopi sangat besar di Indonesia sebab sudah ada 39 Indikasi Geografi (IG) yang telah terdaftar dan akan terus bertambah. IG berfungsi memberikan sertifikasi pada produk kopi spesialti sehingga mencegah persaingan tak sehat, menjamin kualitas hingga menjaga kepercayaan konsumen.
Meski kopi spesialti sedang menampilkan tren, industri kopi artisan juga tak mau kalah. "Pada pameran spesialti Coffee Expo (SCE) yang diselenggarakan April lalu di Amerika Serikat, sebanyak 12 pelaku industri kopi specialty Indonesia ikut mempromosikan produk kepada mitra potensial dari berbagai negara, dengan potensi transaksi sebesar US$27,1 juta," ucapnya dalam siaran pers, Selasa (15/10/2024).
Kemenperin memiliki program restrukrisasi mesin. Bagi para pemain industri kopi yang berinvestasi lebih dari Rp10 miliar, bisa mengajukan pembaruan alat dan mesin produksi atau penggantian dana melalui Ditjen Industri Agro. Sedangkan pelaku industri dengan nilai investasi di bawah angka tersebut dapat mengajukan melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin. (*)