Warga Bali Kian Kesengsem Berinvestasi di Pasar Modal

Foto : Vicky Rachman/SWA.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan jumlah investor di pasar modal Bali di September 2024 sebanyak 277.905 SID (single investor identification) . “Angka ini melonjak 18,38% jika dibandingkan Desember 2023 yang sebanyak 234.753 SID,” ujar Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI saat dijumpai swa.co.id di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (16/10/2024).

BEI mengapresiasi pertumbuhan investor pasar modal di Pulau Dewata ini. BEI, lanjut Jeffrey, menggencarkan kampanye Aku Investor Saham di Bali dan wilayah lainnya di Indonesia. Dia mengatakan pertumbuhan investor pasar modal di luar Pulau Jawa itu kian menunjukkan tren positif. “Indikatornya porsi investor di Pulau Jawa berkurang menjadi 60% dari sebelumnya 70% dari jumlah total investor pasar modal,” ucap Jeffrey.

Adapun, jumlah investor pasar modal di Indonesia sejumlah 14.001.651 SID atau bertambah sebanyak 1.833.590 SID. Raihan ini melonjak sebesar 15,06% jika dibandingkan posisi di akhir tahun lalu sebesar 12.168.061 SID.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan industri pasar modal berperan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian negara. “Pasar modal Indonesia yang maju dan stabil akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Walau demikian, hal tersebut tetap harus disertai dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat,” ujar Iman pada siaran pers di Jakarta, Jumat (11/10/2024).

Pencapaian jumlah investor pasar modal itu merupakan sinergi yang erat antara BEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), serta para pemangku kepentingan lainnya, dan didukung oleh strategi inovasi digitalisasi edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang senantiasa dilakukan oleh BEI.

Pertumbuhan investor yang disertai dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat diharapkan dapat memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk aliran dana investor asing. Sejak awal tahun ini hingga akhir September 2024, BEI telah mengadakan 19.779 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 24 juta peserta. Kegiatan yang dimaksud termasuk Sekolah Pasar Modal (SPM), program Duta Pasar Modal (DPM), dan berbagai webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di seluruh Indonesia tentang investasi.

Investor Muda

BEI aktif mengkampanyekan gerakan #AkuInvestorSaham, yang sukses menarik perhatian generasi muda. Saat ini, sekitar 79% dari total investor baru berusia di bawah 40 tahun yang menunjukkan tingginya partisipasi dan ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal.

Demi meningkatkan literasi keuangan, BEI terus mengembangkan infrastruktur digitalnya. Platform IDX Mobile yang saat ini sudah memiliki 193.968 pengguna, kini menjadi salah satu pilar edukasi digital yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi pasar modal yang mudah diakses dan akurat. Pengembangan digital ini adalah bagian dari strategi BEI dalam mengatasi tantangan akses literasi pasar modal di Indonesia.

Jeffreymengatakan jumlah investor pasar modal saat ini sebenarnya masih sedikit, khususnya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Meski demikian, dengan semakin berkembangnya digitalisasi teknologi saat ini maka semakin banyak pula perusahaan sekuritas yang menyediakan wadah bagi investor untuk bertransaksi saham.

Hal tersebut semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal Indonesia. Selain itu, sinergi antara BEI dan berbagai pemangku kepentingan juga memainkan peran penting dalam strategi pengembangan pasar modal. Dalam hal ini, Galeri Investasi (GI) BEI menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung literasi keuangan dan pasar modal di seluruh Indonesia.

Saat ini, BEI telah memiliki 927 GI BEI yang tersebar di berbagai daerah. "Galeri Investasi BEI tidak hanya menjadi jembatan antara dunia akademis dan pasar modal, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendekatkan masyarakat umum dengan edukasi pasar modal," lanjut Jeffrey.

Dengan berbagai program edukasi seperti SPM yang diadakan di seluruh Kantor Perwakilan BEI, diharapkan akan semakin meningkatkan inklusifitas pasar modal Indonesia dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang ada. Melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang terus dilakukan, BEI optimistis jumlah investor saham di Indonesia akan semakin bertumbuh, seiring dengan peningkatan literasi keuangan dan pasar modal di kalangan masyarakat. (*)

# Tag