Kolaborasi PeaceGeneration Indonesia dan Campaign, Edukasi Kurikulum Perdamaian di Jawa dan Sumatera

Kegiatan edukasi untuk membangun kesadaran yang dapat mencegah konflik kekerasan di masa mendatang. (Foto: PeaceGeneration Indonesia)

PeaceGeneration Indonesia, sebuah social enterprise yang fokus pada pendidikan perdamaian, bersama Campaign, startup sosial di balik aplikasi Campaign For A Better World, berkolaborasi dalam upaya mencegah intoleransi di Indonesia melalui program inovatif bernama Breaking Down The Wall. Program ini bertujuan mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui edukasi serta kampanye sosial kreatif.

Menurut Lindawati Sumpena, Learning & Product Development Manager PeaceGeneration Indonesia, program ini dihadirkan karena konsep perdamaian bukanlah hal yang mudah dipahami oleh banyak orang.

“Konsepnya abstrak dan luas. Untuk mendorong penerapan nilai-nilai ini, kita memerlukan strategi yang terstruktur dan aplikatif, terutama melalui kegiatan edukasi. Hal ini bertujuan untuk membangun kesadaran yang dapat mencegah konflik kekerasan di masa mendatang," jelas Linda. Kurikulum perdamaian ini telah digunakan di 108 kota di Indonesia dan bahkan telah diterapkan di beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Tanzania.

Diluncurkan pada Juli 2024, Breaking Down The Wall telah berhasil menyatukan 20 komunitas dari seluruh Indonesia dalam kampanye sosial #Friendship4Peace.

Kampanye ini menggunakan pendekatan unik, di mana masyarakat diajak untuk mengunggah foto atau kutipan tentang semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama di aplikasi Campaign #ForABetterWorld. Setiap aksi yang dilakukan akan otomatis dikonversi menjadi donasi senilai Rp40.000, yang digunakan untuk mendukung kegiatan sosial memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

Benaya Jonatan, Project Lead #Friendship4Peace, menambahkan bahwa komunitas-komunitas yang berpartisipasi telah melalui proses seleksi ketat. "Mereka terpilih karena kampanye sosial kreatif dan berdampak yang telah mereka jalankan di aplikasi Campaign #ForABetterWorld. Mereka adalah agen perubahan yang berhasil mengajak ratusan pendukung untuk menyelesaikan aksi kampanye perdamaian,” katanya.

Komunitas-komunitas terpilih akan menerima hibah sebesar Rp30 juta, yang akan digunakan untuk mengedukasi 180 siswa dan 72 guru mengenai 12 nilai dasar perdamaian. Kurikulum perdamaian yang dikembangkan oleh PeaceGen menggunakan pendekatan interaktif dan menyenangkan, dengan modul berbasis experiential learning, video interaktif, board game, serta panduan bagi fasilitator.

Salah satu penerima hibah, Anrickson dari Komunitas Charity Maintance Reality (CAMAR) asal Medan, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini. “Saya tumbuh di lingkungan yang sangat menjunjung nilai-nilai agama, namun saya masih sering menyaksikan banyaknya intoleransi. Melalui program ini, saya ingin menghapus perselisihan lintas agama di daerah saya,” ungkap Anrickson.

Beberapa komunitas/organisasi sosial terpilih lainnya yang turut serta dalam program ini meliputi:

  1. Inspiration House – Fokus pada pendidikan, toleransi, dan keberagaman. Mereka meluncurkan kampanye Harmoni Kids Trip untuk mengenalkan keberagaman kepada anak-anak usia dini di Cirebon.
  2. Kompas Iman – Jaringan masyarakat sipil yang bergerak di isu keberagaman dan HAM di Jawa Barat. Mereka mengadakan program Sarasehan Kopi di Tasikmalaya untuk mempromosikan dialog lintas agama.
  3. 1001 Mimpi Bocil – Menggelar aksi Bina Damai di Bantar Gebang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan bina damai dan pelestarian lingkungan.
  4. PBHI Sumatera Barat – Meluncurkan diskusi publik untuk mempromosikan kebebasan beragama bagi minoritas di Pariaman.
  5. Nasyiatul Aisyiyah Lampung – Mengadakan sosialisasi toleransi beragama untuk siswa SMA di Lampung dengan fokus pada inklusi sosial dan gender.

Melalui kolaborasi ini, PeaceGeneration dan Campaign berharap dapat menyebarkan kurikulum perdamaian ke lebih banyak sekolah di Pulau Jawa dan Sumatera, memperkuat gerakan toleransi dan perdamaian di kalangan generasi muda Indonesia. (*)

# Tag