Rock Nation Menyongsong Cuan di Konser Green Day

Ary Budiman, Pemilik dan Pendiri Rock Nation. (Foto : Majalah SWA).

Ary Budiman, pemilik dan pendiri Rock Nation, yang menjual official merchandise grup musik dalam dan luar negeri, menghadapi tantangan bisnis lantaran penjualannya menyusut sekitar 20-30%. Ary menjelaskan ada beberapa faktor mengapa mengalami penurunan. Faktor pertama karena banyaknya merchandise bajakan yang harganya relatif murah jika dibandingkan official merchandise.

Faktor kedua, perubahan perilaku konsumen yang enggan membeli atau membelanjakan langsung membeli produk original tersebut. Rock Nation menjual cenderamata dari semua genre musik dari seluruh dunia. Dari musisi asing ada The Beatles, Michael Jackson, Madonna, Taylor Swift, Metalica, Black Sabbath, Nirvana, CBGB, dan Green Day. Sementara dari grup lokal ada Efek Rumah Kaca, Sore, The Upstairs, Koil, serta Dead Squad.

Pembeli kebanyakan tidak mengkoleksi merchandise dari band atau penyanyi. “Untuk memikat hati para penggemar, kami membuat atau merilis kaos beberapa band lokal. Untuk momentum, seperti konser yang akan diadakan Green Day sudah berhasil penjualannya sejak tahun ini, walaupun konser Green Day di Februari 2025. Beberapa item cinderamata diproduksi jika ada konser band luar negeri yang datang ke Indonesia, kami juga masuk ke band-band Asia,” ujar Ary saat dihubungi swa.co.id di Jakarta, Senin (21/10/2024). Para penggemar band atau musisi luar negeri masih banyak yang membelanjakan uangnya untuk membeli official merchandise. Cotohnya, fans Bruno Mars yang membeli merchandise Bruno Mars di Rock Nation.

Ary menjelaskan pelanggan paling banyak membeli t-shirt dari band-band. “Kami setiap bulan rutin merilis merchandise band Indonesia. Kami bekerja sama dengan beberapa band, kita sampai akhir tahun, kebetulan sudah penuh, itu jadwalnya tiap bulan kami rilis. Contohnya, Monkey to Millionaire. Minggu lalu kami rilis white suit-nya Sajama Cut. Ke depannya, kami targetkan di tahun ini merilis semua merchandise-nya band Indonesia," tuturnya

Pada pertengahan tahun 2023, Rock Nation setiap bulannya itu merilis merchandise grup musik lokal. "Rock Nation menjadi salah satu distributor merchandise band lokal ke beberapa retailer-retailer di seluruh Indonesia,” ujar Ary.

Toko Rock Nation menyasar pembeli usia 25 tahun ke atas karena harganya yang relatif mahal. “Kami menjual barang 100% orisinal, barang limited edition. Ini untuk kalangan pehobi,” ujarnya. Yang dijual antara lain aksesori pemain band seperti kaos, jaket, pin, topi, patches, gelas, tatakan gelas, sampai jam tangan. Harga jual kaus untuk musisi luar negeri rata-rata Rp300-400 ribu, sementara grup musik lokal Rp150 ribu. Ia juga menjual hoodie seharga Rp900 ribu.

Embrio Rock Nation

Sebelumnya, Ary mengisahkan awal mulanya berwirusaha mendirikan Rock Nation.Dia eluar dari pekerjaan mapan di BUMN minyak dan gas untuk berbisnis sendiri membuka Rock Nation, toko merchandise grup musik dalam dan luar negeri. Tokonya ini menjual cenderamata dari semua genre musik dari seluruh dunia.

Sebelum usaha sendiri, Ary yang lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini hobi mengumpulkan cenderamata grup musik dunia. Setelah jadi sarjana ekonomi, ia bekerja di bagian akuntansi salah satu BUMN migas, sembari tetap menuruti hobinya yang dilakukan sejak mahasiswa: membeli kaus grup musik.

Saat masih mahasiswa, Ary pada 2012 sudah punya 200-an kaus dan mulai menjual sebagian kaus itu karena banyak yang tak terpakai. Langkah penting terjadi di penghujung 2013. Ia mulai membuat website, mengontak vendor kaus, dan mengimpornya. “Saya lakukan ini semua sembari menjadi karyawan di BUMN migas itu. Kerja packing hingga pukul 10 malam,” kata Ary, sang CEO PT Memorabilia Musik Indonesia (Rock Nation) ini mengenang perjalanannya mendirikan Rock Nation.

Bisnis Ary rupanya bergulir deras. Tahun 2017, ia pun mengambil putusan lebih berani. Dia pamit mundur dari kantornya itu. “Saya ingin fokus. Terlebih ini memang passion dan hobi saya. Saya happy sekali menjalaninya,” katanya. Tentu saja, ia tak asal berani melangkah. Menurutnya, gajinya sebagai karyawan sudah kalah dibandingkan omset berjualan memorabilia dan memiliki tabungan untuk dana darurat. Anda, berani mencobanya?(*)

# Tag