Unilever (UNVR) Raup Laba Bersih Rp3 Triliun pada Kuartal III
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba sebesar Rp3 triliun pada triwulan ketiga 2024. Perolehan tersebut turun 28,1% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama 2023 sebesar Rp 4,18 triliun.
Penurunan laba perusahaan ini dipengaruhi penurunan penjualan bersih emiten produsen produk-produk konsumen (consumer goods) tersebut. Berdasarkan laporan keuangan, penjualan bersih UNVR turun 10,1% menjadi Rp 27,41 triliun dibandingkan dengan periode yang sama 2023 sebesar Rp 30,50 triliun.
Secara rinci, penjualan dari segmen home and personal care turun 11,7% menjadi Rp 17,59 triliun hingga September 2024 dari Rp 19,92 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ekspor untuk home and personal care turun menjadi Rp 619,99 miliar. Adapun penjualan dalam negeri UNVR turun menjadi Rp 16,97 triliun hingga September 2024.
Penjualan perusahaan di segmen makanan dan minuman juga turun 7,18% menjadi Rp 9,82 triliun pada akhir kuartal III 2024 dari sebelumnya Rp 10,58 triliun. Secara rinci, penjualan ekspor untuk segmen makanan dan minuman perseroan turun menjadi Rp 165,71 miliar sedangkan penjualan dalam negeri juga turun menjadi Rp 9,65 triliun.
Jika melihat dari sisi neraca, total aset Unilever hingga September 2024 tercatat sebesar Rp16,54 triliun, turun tipis dari sebelumnya Rp16,66 triliun pada akhir Desember 2023. Liabilitas UNVR turun Rp18 miliar menjadi Rp 13,10 triliun. Kemudian, ekuitas perusahaan turun menjadi Rp13,43 triliun hingga triwulan ketiga 2024, dari sebelumnya mencatatkan Rp16,66 triliun pada Desember 2023.
Direktur Utama Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan kinerja tahun ini menunjukkan perusahaan tengah menghadapi situasi yang penuh tantangan. Namun, ia menyebut perusahaan memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi hal tersebut.
Ia mengatakan Unilever tetap fokus pada inovasi berkualitas dan konsisten untuk konsumen seiring dengan beradaptasi dengan perkembangan pesat di pasar. Tak hanya itu, ia juga menyebut Unilever tengah melakukan penyesuaian, mulai dari penyempurnaan ragam produk hingga peningkatan efisiensi operasional, dengan pandangan jangka panjang.
Meskipun dampaknya memerlukan waktu, Benjie optimistis Unilever akan mampu memulihkan dan meningkatkan kinerjanya di masa depan. “Perseroan berkomitmen untuk bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan siap untuk meraih peluang ke depannya,” kata Benjie dalam paparan publik, Rabu (23/10/2024). (*)