Transisi ke EBT, Merck Pasang Panel Surya di Pabrik

Merck, perusahaan sains dan teknologi meresmikan instalasi panel surya fotovoltaik (PV) di atap pabriknya yang berlokasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Merck dalam mendorong transisi menuju energi terbarukan perusahaan. Selain instalasi panel surya, Merck juga telah mengambil inisiatif untuk membeli Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero).

Arryo Aritrixso Wachjuwidajat, Site Director PT Merck Tbk, menegaskan Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjalankan operasional yang berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengurangi dampak lingkungan, baik melalui pengurangan emisi karbon maupun peningkatan penggunaan energi terbarukan.

“Pada 2030, kami menargetkan pengurangan emisi GRK langsung (cakupan 1) dan tidak langsung (cakupan 2) sebesar 50% dibandingkan dengan tahun dasar 2020 dan penggunaan 80% energi terbarukan dalam operasional kami. Langkah ini sebagai bagian dari upaya global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (23/10/2024) kemarin.

Komitmen keberlanjutan ini salah satunya diwujudkan melalui peresmian panel surya fotovoltaik (PV) dan pembelian energi terbarukan. Di Indonesia, instalasi panel surya ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan Perusahaan menuju operasional yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga merupakan bukti komitmen jangka panjang dalam mengurangi jejak lingkungan dan mendukung transisi energi terbarukan.

Instalasi panel surya ini dikerjakan oleh PT PLN Indonesia Geothermal subsidiary company PT PLN Indonesia Power yang berfokus pada pengembangan pembangkit energi baru dan terbarukan baik di dalam atau di luar PLN Group. Panel surya yang terpasang mencakup area seluas 2.100 meter persegi dengan total 817 modul surya.

Panel ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 473,9 kWp dan diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 594,3 MWh listrik per tahun. Energi ini akan memberikan kontribusi sebesar 12% dari total kebutuhan energi tahunan pabrik serta menurunkan emisi GRK sebesar 465,3 ton CO2, mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.

Selain instalasi fisik panel surya, Merck juga telah mengambil langkah proaktif dengan membeli energi hijau melalui REC dari PLN Persero yang telah digunakan untuk operasional pabrik sejak tahun 2022. Dengan langkah ini, Merck akan meningkatkan portofolio energi listrik berasal dari energi terbarukan hingga 40% pada tahun 2026.

Hal tersebut mencerminkan kontribusi signifikan perusahaan dalam mendukung agenda energi bersih di Indonesia yang sejalan dengan salah satu target keberlanjutan Merck Group, yaitu mengurangi jejak ekologisnya. Pada 2040, Perusahaan menargetkan untuk mencapai netralitas iklim dan mengurangi konsumsi sumber dayanya.(*)

# Tag