Kubik Leadership Perkenalkan Solusi Transformasi Kepemimpinan di Indonesia

Foto: Istimewa

Hasil studi menunjukkan bahwa organisasi yang berhasil dan sukses dalam lingkungan yang dinamis adalah mereka yang menerapkan strategi dualitas (ambidextrous) yang bisa menjawab tantangan tersebut (eksplorasi: dynamic capability; eksploitasi: operational excellence). Namun, belum semua pemimpin khususnya di level middle management mengetahui bagaimana mengembangkan kepemimpinan ambidextrous dan mempraktikannya secara konkret di ruang lingkup kewenangannya.

Oleh karena hal tersebut, Kubik Leadership sebagai solution partner bidang kepemimpinan yang telah dipercaya oleh berbagai perusahaan di Indonesia memperkenalkan sekaligus menyeleggarakan Ambidextrous Leadership Training di Jakarta dan dihadiri puluhan pemimpin korporasi dari para manager hingga direksi dari perusahaan nasional dan multinasional.

Forum tersebut dibuka dengan sesi dari Atok R. Aryanto, strategic leadership expert sekaligus Direktur Kubik Leadership yang menjelaskan tentang ambidextrous organization yaitu organisasi mempunyai kemampuan mengelola dua aspek kritis secara seimbang walaupun itu kontradiktif, yang eksploitasi dan eksplorasi.

“Ada tiga peran wajib bagi mereka yang ambidextrous leader yaitu entrepreneur, leader dan manajer. Seorang entrepreneur jeli dalam melihat dan menangkap peluang baru, berfikir visioner dan berani mengambil risiko terukur. Seorang leader dapat mengelola perubahan dan mampu menggerakkan anggota tim, sehingga mampu melahirkan pemimpin baru dari anggota timnya. Terakhir, yaitu manajer yang mampu mengopimalkan kegiatan operational dan mengelola sumbe rdaya secara efektif”,” jelas Jamil Azzaini, Co-founder Kubik Leadership sekaligus Inspirator SuksesMulia. dalam keterangan tertulis (23/10/2024).

Dalam acara tersebut juga menghadirkan Direktur Kubik Coaching, Fauzi Rachmanto, yang menjelaskan bahwa transformasi organisasi tidak selalu berhasil meskipun proses bisnisnya sudah diubah dan teknologinya sudah diperbaharui tetapi organisasi melupakan faktor ketiga yaitu people dan untuk merubah people harus mulai dari para pemimpin di organisasi tersebut. Dia juga memapaparkan ada tiga hal dalam proses ambidextrous leadership yaitu: enhance switching flexibility, exhibit opening behavior, dan ensure closing behavior.

Forum diskusi ditutup dengan menyelesaikan tools dari canvas Ambidextrous Leader yang dapat melatih para peserta dalam menerapkan dualitas eksplorasi dan eksploitasi untuk dirinya sendiri dan timnya di ruang lingkup kerja. (*)

# Tag