Strategi Puyo di Tengah Ketatnya Persaingan Industri Dessert
Sejak 2013, Puyo Silky Dessert, hasil jerih payah kakak-adik Adrian Christopher dan Eugenie Patricia Agus, telah memikat hati para pecinta dessert di Indonesia. Berawal dari resep keluarga yang sederhana, silky pudding tanpa rasa itu kini berkembang menjadi sajian dengan berbagai varian yang kaya cita rasa.
Dengan pertumbuhan yang pesat—menambahkan sedikitnya 20 gerai setiap tahun hingga mencapai 190 outlet pada Oktober 2024—pertanyaan pun muncul: apa yang membuat Puyo terus bertahan dan tumbuh di industri dessert yang sarat persaingan?
Konsistensi Kualitas
Gary Evano Daniel, Managing Director Puyo Group, mengungkapkan bahwa konsistensi kualitas adalah jantung kesuksesan Puyo. “Kami sangat menjaga konsistensi tekstur silky pudding kami, karena itulah yang membuat Puyo unik,” ucapnya dalam BizzComm Podcast (22/10/24), sebuah siniar kolaborasi SWA dan LSPR Faculty of Business.
Keunikan tekstur yang lembut, dirasakan seragam di setiap gigitan, menjadi jaminan kepuasan bagi konsumen dan membangun loyalitas mereka. Tak hanya produk, pelayanan di setiap gerai pun dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan pengalaman menyenangkan bagi pelanggan, menjadikan setiap kunjungan ke Puyo tak terlupakan.
Untuk menjaga kualitas yang seragam di seluruh gerainya, Puyo menjalankan operational excellence dengan standar tinggi. Sistem central kitchen yang tersebar di lima lokasi memungkinkan setiap produk Puyo diproses secara konsisten sebelum dikirim ke gerai-gerai.
Sejak 2019, Puyo juga meluncurkan Puyo Training Center yang tidak hanya melatih karyawan dalam SOP ketat, tetapi juga melibatkan pelatihan khusus bagi para pengemudi untuk memastikan produk tetap segar selama pengiriman. Sertifikasi halal dari BPOM dan standar kebersihan dari dinas kesehatan menjadi bukti konkret dari komitmen ini. Sertifikasi ini menjadi bagian integral dari strategi perusahaan, memastikan setiap tahap proses memenuhi standar yang tinggi.
Konsistensi produk yang solid dipadukan dengan branding yang menyentuh hati konsumen, terutama anak muda. Media sosial menjadi alat utama untuk membangun brand awareness Puyo di pasar yang padat persaingan.
“Kami selalu meluncurkan varian rasa baru dan berkolaborasi dengan influencer atau artis untuk memperkuat brand awareness,” jelas Gary.
Selain mengandalkan media sosial, Puyo hadir sebagai bagian dari kehidupan konsumen melalui kampanye CSR seperti "Puyo Goes to School" dan "Puyo Goes to Office". Pendekatan yang mengintegrasikan brand Puyo dengan kegiatan sosial ini menjadikannya lebih dari sekadar dessert, tetapi bagian dari kehidupan sosial konsumennya.
Dengan pertumbuhan yang pesat, tantangan besar juga mengiringi langkah Puyo. Menurut Gary, cepatnya perubahan tren kuliner dan munculnya pesaing baru di pasar membuat Puyo harus terus berinovasi. “Industri F&B, terutama dessert, selalu menghadirkan tren-tren baru, dan itu membuat masyarakat tertarik untuk mencoba hal-hal yang baru,” jelasnya.
Tantangan untuk menjaga standar produk dan layanan di 190 gerai pun menjadi fokus. Sistem central kitchen dan Puyo Training Center menjadi elemen penting untuk memastikan konsistensi produk di setiap gerai.
Selain itu, Puyo juga mengantisipasi perubahan preferensi konsumen dengan mendengarkan feedback dan terus beradaptasi, seperti dengan menyediakan hampers untuk acara spesial serta layanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Go International
Meskipun saat ini fokus Puyo ada pada pengembangan di dalam negeri, impian untuk menjangkau pasar internasional tetap menjadi cita-cita. “Kami punya mimpi untuk go international someday,” tutur Gary, menunjukkan ambisi Puyo yang tak terbatas pada geografi.
Selain ekspansi geografis, diversifikasi produk menjadi strategi penting untuk menjaga relevansi di industri yang terus berubah. Melalui Puyo Group, merek ini juga mengelola brand lain seperti Haka Dimsum dan M Gelato, yang memperkaya portofolio produk dan menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Dengan perpaduan komitmen pada kualitas, branding yang kreatif, serta strategi ekspansi dan diversifikasi yang jelas, Puyo membuktikan bahwa merek lokal Indonesia dapat beradaptasi dan berkembang dalam persaingan global.
Pendekatan yang menyeluruh ini menggambarkan bagaimana Puyo bukan hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi brand kuliner yang tangguh dan relevan dalam lanskap industri dessert yang dinamis. (*)