Astra Life Bukukan Total Aset Rp8,1 Triliun

PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) pada kuartal ketiga tahun ini membukukan aset senilai Rp8,1 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 9% jika dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Tren positif ini merupakan buah dari pondasi bisnis Perusahaan yang dibangun secara kuat sehingga dapat mencapai profitabilitas yang sustainable di tengah situasi ekonomi yang masih bisa dikatakan cukup fluktuatif.

Nico Tahir, Presiden Direktur Astra Life, mengatakan pertumbuhan aset ini mengindikasikan tren positif. Kemudian, pendapatan premi bruto juga masih bisa menunjukkan pertumbuhan lantaran naik menjadi Rp4,5 triliun dari Rp4,4 triliun di kuartal III tahun lalu

Astra Life juga telah membukukan laba positif dengan pertumbuhan yang sangat signifikan secara tahunan. Kini Astra Life telah melindungi 3,4 juta jiwa atau telah bertumbuh 8 kali lipat jika dibandingkan tahun pertama Astra Life hadir di tahun 2014. Menjelang tutup buku 2024, Perusahaan optimis masih akan terus mencapai ketinggian baru dan konsisten untuk bertumbuh di atas rata-rata industri.

Di tengah kontraksi ekonomi yang terjadi ketika aktivitas ekonomi cenderung tidak stabil, situasi pada asuransi jiwa pun menghadapi berbagai tantangan. Namun di tengah kondisi tersebut, Perusahaan telah memenuhi komitmen dan tanggung jawabnya melalui pembayaran klaim senilai Rp553 miliar (di luar manfaat penutupan polis).

“Walaupun demikian, Perusahaan tetap mampu melampaui tingkat solvabilitas/Risk Based Capital (RBC) minimum 120% yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pada kuartal III 2024, tingkat solvabilitas/Risk Based Capital (RBC) Perusahaan berada di angka 256% atau mengalami pertumbuhan sebesar 44% (yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun 2023 lalu,” kata Nico di Jakarta, Jumat (25/10/2024).

Perusahaan juga konsisten pada upaya penyediaan kebutuhan perlindungan jiwa yang menyeluruh untuk semua segmen masyarakat dengan ekspansi di berbagai kanal distribusi, termasuk bancassurance. Hal ini ditunjukkan dengan diluncurkannya produk baru pada kanal distribusi bersama Unit Usaha Syariah (UUS) Permatabank. Selain itu, ekspansi kemitraan bancassurance juga telah dilakukan melalui peresmian kerjasama dengan Bank Jasa Jakarta.

Perusahaan juga secara konsisten terus mengoptimalkan kanal digital maupun direct agar masyarakat dapat semakin mudah mengakses produk dan layanan yang ditawarkan sehingga semakin banyak lagi masyarakat yang terproteksi dengan produk asuransi jiwa.

“Melalui serangkaian pencapaian ini, Perusahaan memiliki aspirasi untuk terus menjadi perusahaan asuransi jiwa di Indonesia dengan pertumbuhan yang positif, portofolio bisnis yang kuat, profitable, dan sustainable. Harapannya, kami bisa menjadi brand asuransi jiwa yang resilien terhadap berbagai tantangan ekonomi di masa depan,” ucap Nico. (*)

# Tag