Membangun Mimpi UMKM Lewat Fashion dan Budaya: Langkah Pupuk Indonesia di Jakarta Fashion Week
PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil langkah strategis yang melampaui perannya sebagai produsen pupuk, dengan menaruh perhatian besar pada ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Di tengah misi ketahanan pangan nasional, perusahaan ini menunjukkan komitmen kuat dalam membina Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional.
Salah satu langkah nyata yang diambil adalah melalui partisipasinya di Jakarta Fashion Week 2025 (JFW), di mana kain songket Palembang hasil karya UMKM binaan tampil sebagai karya fesyen berkelas. Namun, di balik kemegahan panggung mode, inisiatif ini menyimpan strategi bisnis dan visi kebudayaan yang lebih besar, dengan harapan membawa UMKM lokal ke tingkat global.
Melalui Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA-PI), Pupuk Indonesia membina UMKM dengan semangat memperkuat ekonomi kerakyatan. Saat ini, terdapat lebih dari 1.800 UMKM yang dinaungi perusahaan ini, termasuk 336 perajin wastra Nusantara.
Kolaborasi dengan desainer lokal, Maya Ratih dan Temma Prasetio, dalam menghadirkan koleksi kain songket di JFW adalah bukti dari komitmen tersebut. Pupuk Indonesia melihat industri fesyen sebagai medium untuk memperkenalkan produk-produk lokal, dengan harapan agar kain songket, yang kaya akan nilai budaya, dapat bersaing di pasar internasional.
Menurut Tina T Kemala Intan, Direktur Sumber Daya Manusia Pupuk Indonesia, “Pupuk Indonesia percaya bahwa selain bertanggung jawab menyuburkan bumi, tetapi juga memupuk jiwa kewirausahaan bangsa, sesuai dengan mandat dalam Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003. Harapan tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga bertujuan agar UMKM lokal berdaya saing di pasar global, menciptakan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Kain songket yang ditampilkan dalam JFW di bawah tema "Pupuk Indonesia Menenun Benang Emas Sriwidjaja" membawa motif yang mendalam secara filosofis. Motif seperti Setir Nahkoda Kapal dan Burung Phoenix terinspirasi dari budaya Sriwijaya, menghadirkan estetika yang menggabungkan tradisi dengan nilai kontemporer. Langkah ini menegaskan relevansi kain songket dalam industri fesyen modern, dan memperlihatkan bahwa produk lokal berbasis budaya mampu menghadirkan daya tarik bagi pasar yang lebih luas.
Desainer Temma Prasetio menekankan bahwa tantangan dalam menggabungkan tradisi dan tren masa kini adalah kesempatan menarik untuk menjadikan kain songket tidak sekadar karya seni, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern. “Menggabungkan tradisi dengan tren masa kini adalah tantangan menarik. Dalam koleksi ini, saya ingin menunjukkan bahwa kain songket bukan hanya sehelai kain, tapi juga simbol identitas yang bisa relevan dalam gaya hidup modern,” ujar Temma, menggarisbawahi pentingnya pendekatan inovatif untuk melestarikan warisan budaya.
Pupuk Indonesia, dengan inisiatif ini, secara tidak langsung menguatkan daya saing global bagi produk-produk UMKM lokal. Meningkatkan eksposur melalui fesyen memperlihatkan potensi ekonomi kreatif Indonesia yang berakar pada kekayaan budaya, sekaligus memberi akses bagi perajin untuk terjun ke industri fesyen internasional.
Tata Rahmad Pribadi, Ketua Umum PIKA-PI, menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dalam menguatkan posisi UMKM di pasar internasional. “Kami optimistis, dengan dukungan berkelanjutan, UMKM binaan akan semakin berdaya saing, dan warisan budaya Indonesia dapat terus lestari sekaligus menjadi kekuatan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tutup Tata.
Dengan strategi ini, Pupuk Indonesia tidak hanya memperluas peran sosialnya tetapi juga menggarisbawahi pentingnya diversifikasi produk berbasis budaya sebagai aset kompetitif. Kolaborasi dengan desainer dan pembinaan UMKM mengokohkan posisi Pupuk Indonesia sebagai penggerak ekonomi kreatif yang membawa dampak signifikan bagi masyarakat luas.
Jika langkah ini terus dikembangkan dengan konsisten, potensi UMKM untuk menjadi pemain penting di pasar global semakin terbuka lebar, memberikan kontribusi nyata pada ekonomi nasional yang berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi cerminan bahwa sinergi antara bisnis, budaya, dan inovasi dapat menghasilkan kekuatan baru dalam memajukan UMKM Indonesia, menjadikan tradisi sebagai inspirasi sekaligus aset ekonomi berdaya saing tinggi di panggung dunia. (*)