Blue Bird (BIRD) Perkokoh SNI, Pacu Digitalisasi dan Layanan Non Tunai
Asri Wulandari menggunakan taksi Bluebird untuk menyokong aktifitas hariannya. Asri, yang berdomisili di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, sering kali memesan tiga sopir taksi Bluebird yang kini menjadi langganan untuk menunjang mobilitasnya ke kawasan sentra bisnis di Jakarta atau kota penyangga Ibukota, semisal Depok, Bekasi, Tangerang atau Serpong. Riswanto adalah salah dari supir taksi Bluebird yang acapkali antar-jemput Asri.
Alasan Asri memilih Riswanto karena gaya nyupir-nya nyaman dan sopan. Selain itu, lokasi pool Bluebird-nya Riswanton ada di Raden Inten, Jakarta Timur, yang tak jauh dari rumahnya Asri. Awal mula Asri berkenalan dengan Riswanto bermula pada pertengahan tahun 2022. Kala itu, pandemi Covid-19 sudah melandai dan pemerintah pasca lebaran Idul Fitri 2022 itu menerapkan kebijakan relaksasi untuk melonggarkan mobilitas masyarakat. Aktifitas dan mobilitas publik berangsur-angsur pulih ke era pra pandemi.
Asri pun seperti demikian. Dia kembali beraktifitas ke kantornya di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Untuk memudahkan mobilitasnya, Asri memilih taksi Bluebird. Kala itu, dia memesan taksi Bluebird via aplikasi MyBluebird. Pesanan via aplikasi ini nyantol ke Riswanto dan supir taksi Bluebird lainnya di pool Bluebird di Pondok Kopi dan Kelapa Gading. Pada tahun itu, Asri melakukan scouting untuk menentukan supir langganannya. Scouting ini, lanjut Asri, merupakan proses untuk mengkurasi kandidat supir taksi Bluebird.
Acuan penilaian Asri terhadap supir taksi itu adalah profesional, nyaman, aman, paham rute jalan, dan sopan. “Sekitar pertengahan tahun 2022, ada beberapa supir taksi Bluebird yang sering ngantar gue berangkat ke kantor atau ke kantor klien atau jemput dari kantor ke rumah. Pengemudi ini salah satunya Mas Ris yang menjadi langganan gue hingga saat ini,” ujar Asri saat berbincang-bincang dengan swa.co.id di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2024).
Mas Ris, demikian sapaan Riswanto, diklaim Asri sebagai supir taksi Blubeird yang bercitra rasa supir pribadi. “Gaya nyupirnya bikin nyaman, bisa ngambil rute jalan yang cepat dan tidak terlalu mengandalkan aplikasi maps, sopan, bisa diajak ngobrol kalo gue yang memulai obrolan. Trus, gue bisa bekerja selama di perjalanan karena gaya nyupirnya profesional dan bikin calm,” ujar Asri yang berprofesi sebagai pengusaha dan Co-Founder di perusahaan jasa komunikasi dan periklanan.
Asri tak membutuhkan waktu yang lama untuk menentukan supir langganannya. Sejak saat itu, Mas Ris dan kedua supir lainnya acapkali mengantar-jemput Asri. “Building trust hanya sebulan, gue meminta nomor handphone Mas Ris. Sejak saat itu, seringnya WhatsApp ke Mas Ris untuk antar atau jemput. Intinya, kalau supir Bluebird-nya bikin nyaman, enak serta sikapnya profesional, gue simpan nomor handphone-nya” tutur Asri yang meraih gelar Sarjana Humaniora di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya di Universitas Indonesia.
Pengalaman tak jauh berbeda dituturkan Gritte Agatha. Pesohor ini selektif memilih layanan dan jasa transportasi.“Bahkan sejak hamil, masih ada kerjaan yang mengharuskan saya pulang malam, suami merekomendasikan untuk menggunakan Bluebird aja, aman,” ucap Gritte dalam peluncuran kampanye #TrueBlue-Sky di Jakarta, Rabu (25/9/2024).
Gritte yang sedang hamil ini memilih taksi Bluebird dari armada mobil listrik. “Saya sebagai pengguna Bluebird merasakan kenyamanan lebih dengan armada Bluebird yang ramah lingkungan, apalagi saya sedang hamil, kendaraan berjalan lebih halus dan tidak bising. Tapi saya berharap Bluebird bisa menambah armada yang ramah lingkungan ini agar lebih mudah didapat kepada pelanggan,” tutur Gritte.
Jumlah Armada Bluebird 2021-2023
Pada kesempatan terpisah, Djoko Setijowarno, pengamat transportasi di Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan dosen Universitas Katolik, mengatakan berpendapat inisiatif Bluebird menyediakan armada ramah lingkungan sangat bagus dan patut dicontoh oleh perusahaan transportasi lain. “Kendaraan yang ramah lingkungan dapat mengurangi emisi dan penggunaan bahan bakar fosil,” ucap Djoko saat dihubungi swa.co.id.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) atau Bluebird Group, sebagai penyedia layanan transportasi terkemuka di Indonesia, menggulirkan program inovasi serta bertransformasi dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Contohnya, manajemen BIRD memberikan layanan Standar Nyaman Indonesia (SNI) guna merespons dinamika pasar transportasi ini menjadi peluang. Kampanye SNI ini berbasis filosofi layanan Bluebird, yaitu Aman, Nyaman, Mudah dan Personalised (ANDAL).
Adrianto Djokosoetono, Direktur Utama Blue Bird, mengatakan penyediaan layanan berkualitas menjadi alasan Bluebird Group untuk bertahan dari aneka macam disrupsi bisnis. Pengembangan dan inovasi layanan yang lebih modern, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan di setiap perkembangan zaman akan menjadi fokus perusahaan ke depannya.” Hal ini menjadi landasan komitmen kami untuk memberikan layanan Standar Nyaman Indonesia (SNI) dengan tiga pilar utama, yaitu armada yang terstandarisasi, pengemudi yang profesional dan kemudahan aksesibilitas,” kata Andrianto.
Andre, sapaan akrabnya Andrianto, menjabarkan langkah nyata Bluebird Group yang mengimplementasikan serangkaian inovasi untuk meningkatkan pelayanan serta mengoptimalkan penggunaan teknologi guna memberikan pelayanan konsumen yang andal (customer service excellence). Misalnya saja , pengembangan bisnis berkonsep Mobility as a Service (Mass). Model bisnis ini memutakhirkan proses operasional yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan konsumen. Perseroan mengedepankan layanan prima yang terstandarisasi untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Budaya Bluebird
Pacu Digitalisasi dan Non Tunai
BIRD gencar melakukan inovasi digital untuk memudahkan pelanggan memesan armada via aplikasi MyBlueBird. Digital Platform MyBluebird memberikan solusi mobilitas melalui tiga pilar, yakni Multi-Channel untuk memperluas kemudahan akses, Multi-Payment untuk kesederhanaan dan kenyamanan bertransaksi, serta Multi-Product untuk memberikan pilihan layanan sesuai kebutuhan pelanggan.
Armada Bluebird dilengkapi perangkat Internet untuk Segala IoT yang berfungsi sebagai argometer digital, global positioning system (GPS), sistem komunikasi dengan operator pusat, sistem pembayaran non-tunai serta sistem informasi yang memberikan data terkini terkait kondisi armada, termasuk di dalamnya alarm batas kecepatan. Bluebird memiliki berbagai jenis layanan, seperti taksi (reguler dan eksekutif), sewa mobil, sewa bus, logistik, balai lelang, layanan antarkota, layanan jual beli mobil bekas dan perawatan kendaraan serta Cititrans Busline yang melayani rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Penyegaran armada Bluebird itu diiringi transformasi digital yang mengembangkan sistem terintegrasi secara end to end agar konsumen mudah melakukan pemesanan dan bertransaksi. Contohnya, sistem open API (Application Programming Interface) pembayaran yang menyodorkan layanan yang luas dan beragam untuk metode pembayaran non tunai.
BIRD, yang beroperasi sejak 1972 itu, memang rajin berimprovisasi dan berinovasi untuk menaklukkan aneka macam disrupsi. Inovasi ini berbasis nilai Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset) serta Human Connection demi menyokong laju bisnis yang berkelanjutan serta berdampak positif terhadap lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola (ESG). Tekad ini merupakan bagian dari pilar BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps.
Pada Oktober 2024, misalnya, Blue Bird dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berkolaborasi mengimplementasi sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di lebih dari 17.500 armada Bluebird. Kerja sama ini menjadi langkah signifikan dalam memperluas adopsi pembayaran digital di sektor transportasi.
Andre menjelaskan kolaborasi ini menjadi bagian untuk menjaga relevansi dengan konsumen. Kemudahan transaksi adalah bagian dari layanan mobilitas Standar Nyaman Indonesia (SNI). "Dengan adanya QRIS BNI, Bluebird menawarkan pengalaman mobilitas yang lebih praktis pelanggan. Solusi ini merupakan bentuk adaptasi kami dengan perkembangan teknologi serta menyesuaikan perilaku konsumen yang semakin berkembang. Ini sejalan dengan salah satu pilar dalam strategi transformasi digital perusahaan, yaitu Multi-Payment," ujar Andre.
Kerja sama QRIS dan cashless payment juga akan diimplementasikan pada layanan Bluebird lain, yaitu Cititrans, yang melayani shuttle antar kota. Ini melengkapi kolaborasi antara BNI dan Bluebird sebelumnya, yaitu transformasi ekosistem cashless di internal Bluebird menggunakan layanan Cash Management dan API services, penempatan ATM CRM di beberapa pool Bluebird, serta pembukaan tabungan BNI dan TapCash bagi pengemudi Bluebird.
Perihal QRIS, Asri sering membayar tunai usai menggunakan jasa taksi Bluebird. “Mas Ris punya QR Code, tinggal scan aja, transaksi kelar,” sebut Asri. Ibu dari satu anak ini menerapkan transaksi non tunai untuk ibunya tatkala diantar oleh Mas Ris, sang pengemudi taksi Bluebird langganannya Asri.
Caranya, Mas Ris mengirim foto nilai nominal di argometer di taksinya via WhatsApp ke Asri. Kemudian, Asri melakukan transaksi di QRIS. “QR Code-nya Mas Ris tersimpan di handphone gue, jadi kalau nyokap mau bayar, tinggal gue bayar via QRIS, terus bukti pembayarannya gue kirim ke Mas Ris,” tutur Asri. Pembayaran non tunai seringkali dilakukan Asri. “Tapi, kalau Mas Ris sedang butuh tunai, bayar tunai saja biar membantunya, seringnya bayar di QRIS,” tutur Asri.
Kepercayaan antara Asri dan supir taksi Bluebird ini menular ke para kolega Asri. Mas Ris menjadi langganan taksi untuk teman-temannya Asri. Bahkan anaknya kolega Asri senang diantar-jemput oleh Mas Ris.
Oh ya, Asri sejak 2010 sering menggunakan taksi Bluebird tatkala kantornya di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur. Pada 2015 hingga 2019, Asri beralih ke ojek online, ojek pangkalan atau taksi online lantaran supir langganannya itu berpindah kerja. Pasca pandemi Covid-19, Asri masih menggunakan ojek online. Tapi, ini hanya sebentar dijalaninya lantaran Asri kerapkali mengalami gangguan pernapasan karena terpapar debu atau udara tak sehat. Dia pun beralih lagi ke taksi Bluebird di pertengahan 2022 itu.
Mas Ris dan dua koleganya adalah supir taksi Blubird langganannya Asri. “Saya pelanggan loyal taksi Bluebird dan kode pool-nya pun saya mengerti, misalnya PCN adalah kode pool Bluebird di Pondok Kopi, RD di Raden Inten, KK di Kelapa Gading, dan GXT di Galaxi, Bekasi. Kalau kode di body mobil taksi Mas Ris itu biasanya RD 1439. Tapi, Mas Ris gak hanya menggunakan taksi berkode RD 1439 karena dia pernah menggunakan taksi berkode lainnya,” tutur Asri.
Asri menceritakan tiga aspek yang diterapkan Mas Ris, yaitu nyaman berkendara, sopan berkomunikasi, profesional dan mengetahui rute jalan.”Hubungan gue dan kawan-kawan semakin dekat dengan Mas Ris, jadi komunikasi kami gak canggung,” sebut Asri.
Perihal standar nyaman dan profesionalitas para supir taksi Blue Bird, Djoko mengatakan manajemen Bluebird Group menerapkan standar pelayanan yang baik dan meningkatkan kesejahteraan pengemudi benar-benar diperhatikan, seperti insentif yang layak dan dukungan kepada keluarga pengemudi. “Wajar jika banyak pengemudi yang berkarir di Bluebird di atas 10 tahun,” ujar Djoko.
Andre menyatakan penyediaan layanan berkualitas menjadi alasan Bluebird mampu bertahan. Pengembangan dan inovasi layanan yang lebih modern, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan di setiap perkembangan zaman akan menjadi fokus perusahaan ke depannya. Bluebird menerapkan strategi transformasi yang melibatkan tiga pilar utama tersebut
Strategi yang dirancang untuk memberikan layanan yang lebih fleksibel, efisien, dan sesuai dengan berbagai preferensi pelanggan terbukti mampu membawa Bluebird memberikan pengalaman lebih di setiap perjalanan. Selain memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi MyBluebird, Bluebird juga mempertahankan layanan seperti hailing, Call Center, WhatsApp Reservation dan pangkalan untuk memastikan aksesibilitas yang luas dan memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan.
Aplikasi MyBluebird sebagai salah satu realisasi dari pilar Multi-Channel telah mencatatkan peningkatan empat kali lipat dalam monthly active users (MAU) sejak 2020. Bluebird terus berkomitmen untuk mengembangkan dan menyempurnakan aplikasi MyBluebird, menyesuaikan fitur dan fungsinya dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Pengguna akan mendapatkan pengalaman lebih dengan berbagai fitur terbaru seperti, kemudahan transaksi melalui EZPay, mendapatkan kepastian harga dengan fitur Fixed Price, mendapatkan layanan mobilitas yang kian terjangkau dengan fitur MySubscription, dan validasi atas manfaat perjalanan (SNI) dengan EZPoint.
Perseroan optimistis mobilitas dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan. Oleh karena itu, BIRD mengemas strategi Sustainability Vision yang terdiri dari tiga pilar, yaitu BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps. Andrew Arristianto, Chief Strategy Officer Bluebird, menjabarkan ketiga pilar ini adalah landasan strategi bisnis BIRD untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek operasional.
Kinerja Fundamental
BIRD pada semester I/2024 membukukan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun atau tumbuh 11%dibandingkan periode yang sama di 2023. Segmen layanan taksi meningkat 8% dan segmen layanan rental dan shuttle tumbuh sebesar 20% secara tahunan. Bluebird menunjukkan hasil positif dari sisi profitabilitas. BIRD pada semester pertama tahun ini mencatatkan laba bersih senilai Rp267 miliar.
Kinerja positif perseroan ini merupakan keberhasilan peningkatan utilitas armada dan efisiensi operasional.” “Bluebird berterima kasih atas kepercayaan masyarakat, pengguna, dan pemegang saham yang dapat menjadikan Bluebird tumbuh semakin kuat. Pengembangan teknologi merupakan bagian penting dari transformasi kami untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang inovatif dan memenuhi Standar Nyaman Indonesia (SNI). Kami telah bertransformasi menjadi perusahaan mobilitas yang relevan serta mengedepankan praktik bisnis yang mendukung keberlanjutan,” tutur Andre.
EV/EBITDA PT Blue Bird Tbk di September 2019-September 2024
Peningkatan utilitas armada didukung oleh aplikasi MyBluebird yang menjadi medium reservasi yang mengalami pertumbuhan terbesar. Sejak pandemi aplikasi MyBluebird mencatatkan pertumbuhan MAU sebesar 4 kali lipat. MyBluebird secara berkelanjutan melakukan inovasi, dengan meluncurkan fitur Fixed Price yang memberikan alternatif selain menggunakan argometer untuk memberikan kepastian harga. Fitur MyBluebird Subscription juga dihadirkan untuk menjadikan mobilitas Standar Nyaman Indonesia (SNI) semakin terjangkau dengan beragam paket perjalanan sesuai kebutuhan konsumen.
Perseroan memanfaatkan kanal reservasi terbaru, Bluebird Whatsapp Reservations, agar memudahkan konsumen memesan layanan Bluebird untuk pengguna di luar Jabodetabek. Perseroan melakukan ekspansi bisnis pada segmen layanan shuttle. Dengan koneksi antar kota yang telah terbangun, Cititrans Busline hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen untuk perjalanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang memberikan level baru SNI.
Komitmen untuk menjalankan mobilitas yang berkelanjutan terus dilakukan. Tercermin dalam hasil pengurangan emisi yang mencapai 175.000 ton emisi karbon hingga Juni 2024 yang didukung oleh inisiatif adopsi kendaraan listrik, CNG, dan panel surya. Melangkah lebih jauh, Bluebird memperluas adopsi panel surya dan membuka fasilitas pengisian daya kendaraan listrik umum di Bali. Bluebird juga mendukung mobilitas yang inklusif dengan pengembangan armada Bluebird
Lifecare Taxi, yang juga memperluas area jangkauannya hingga ke Bali. Pada kuartal II tahun ini Bluebird juga memperoleh sertifikat ISO 27001:2022 yang berfokus pada keamanan sistem berbasis IT untuk meningkatkan kepercayaan para pelanggan.
Pada kesempatan terpisah, Christopher Rusli, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan kinerja finansial BIRD pada semester pertama tahun ini cukup solid. “Pendapatan, EBITDA, dan laba bersih Bluebird di kuartal kedua tahun ini tumbuh yang masing-masing naik 15,4%, 7%, dan 8.4% secara kuartalan ,” ujar Christopher pada riset yang dipublikasikan di 30 September 2024.
Christopher memproyeksikan harga saham BIRD mencapai Rp2.310 yang dievaluasi dari nilai perusahaan (enterprise value) dibandingkan EBITDA (EV/EBITDA) sebanyak 4,88 kali. Harga saham BIRD melonjak sebesar 15,38% atau menjadi Rp2.100 sejak awal tahun ini hingga 31 Oktober 2024 (year to date). (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.