Obligasi dan Sukuk Capai 24 Emisi dari 18 Penerbit EBUS di Daftar Antrean BEI
Jumlah daftar antrean (pipeline) penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 24 emisi dari 18 penerbit EBUS. I Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan di PT Bursa Efek Indonesia, menyampaikan BEI pada 29 November 2024 mencatat penerbitan EBUS telah diterbitkan sebanyak 124 emisi dari 65 penerbit EBUS. "Dengan dana yang dihimpun sebesar Rp116,6 triliun," ujar Yetna di Jakarta, pada akhir pekan lalu.
BEI pada Kamis pekan lalu mencatat 6 obligasi dan 1 sukuk yang tercatat di BEI. Obligasi dan sukuk korporasi ini adalah Obligasi Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap III Tahun 2024, Obligasi Berkelanjutan II Hartadinata Abadi Tahap I Tahun 2024, Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap IV Tahun 2024, Obligasi Berkelanjutan VII, Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2024, Obligasi Berkelanjutan III Bussan Auto Finance Tahap II Tahun 2024, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap III Tahun 2024.
Obligasi Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap III Tahun 2024, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap III Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk mulai dicatatkan di BEI yang masing-masing senilai Rp2,54 triliun dan Rp959 miliar. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) masing-masing adalah idAA (Double A) dan idAA(sy) (Double A Syariah). PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai Wali Amanat untuk kedua emisi tersebut.
Kemudian, Obligasi Berkelanjutan II Hartadinata Abadi Tahap I Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Hartadinata Abadi Tbk mulai dicatatkan di BEI. Obligasi dicatatkan dengan nilai pokok Rp900 miliar dengan hasil pemeringkatan dari PEFINDO adalah idAAAcg (Triple A, Corporate Guarantee) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap IV Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Toyota Astra Financial Services juga mulai dicatatkan di BEI. Obligasi dicatatkan dengan nilai pokok sebesar Rp1 triliun dengan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) adalah AAA(idn) (Triple A). Wali Amanat untuk obligasi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Kemudian, Obligasi Berkelanjutan VII Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2024 dan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang masing-masing senilai Rp2,04 triliun dan Rp1,2 triliun. Hasil pemeringkatan dari Pefindountuk kedua obligasi tersebut ialah idAAA (Triple A) dan dengan Wali Amanat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan III Bussan Auto Finance Tahap II Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Bussan Auto Finance juga mulai dicatatkan di BEI. Obligasi dicatatkan dengan jumlah pokok sebesar Rp156 miliar. Hasil pemeringkatan dari Fitch dan Pefindo adalah AAA(idn) dan idAAA (Triple A). Wali Amanat untuk obligasi ini ialah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, mengatakan total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2024 adalah 131 emisi dari 70 emiten senilai Rp125,88 triliun. "Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 595 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp473,19 triliun dan US$86,0163 juta, yang diterbitkan oleh 131 emiten. Kemudian, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.061,51 triliun dan US$502,10 juta," tutur Kautsar. Selain itu, BEI mencatat sebanyak 8 emisi Emisi Beragun Aset (EBA) dengan nilai Rp2,70 triliun. (*)
Sektor Perusahaan di Pipeline EBUS;
• 2 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
• 1 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
• 3 Perusahaan dari sektor Energy;
• 7 Perusahaan dari sektor Financials;
• 2 Perusahaan dari sektor Industrials;
• 1 Perusahaan dari sektor Infrastructures;
• 1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;
• 1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic.
Sumber : BEI.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.