Kisah Rizky Arief Membesarkan Parfum HMNS

Rizky Arief Dwi Prakoso, CEO & Founder Parfum HMNS. (Foto: Audrey/SWA)

HMNS atau yang dibaca Humans merupakan salah satu merek parfum lokal Indonesia yang tengah daun dan disukai pecinta parfum. Brand dengan slogan citra ‘Made for Humans’ ini hadir sebagai solusi bagi setiap orang yang berusaha mencari parfum yang berkualitas namun dengan harga terjangkau.

Bermodal Rp15 Juta

HMNS dimiliki oleh Rizky Arief Dwi Prakoso yang sekaligus menjadi CEO dan Founder parfum HMNS. Dengan modal awal Rp15 juta, Rizki bertekad untuk menjalani bisnis ini didorong karena kecintaannya pada dunia fesyen, sehingga ia memutuskan terjun di bisnis parfum. Rizky menyadari bahwa dia membutuhkan parfum berkualitas tinggi yang aromanya tahan lama.

Saat dia berkeliling di Jakarta untuk mencari parfum yang pas, ia menemukan satu merk impor yang aroma ia suka. Namun harganya sangat mahal, yakni Rp4,5 juta satu botol. Dari situlah Rizky menyadari bahwa parfum adalah barang yang sering dibutuhkan masyarakat, namun tak banyak yang dapat membeli parfum berkualitas tinggi karena rata-rata parfum yang demikian adalah barang impor.

“Parfum itu barang yang terlalu luxurious buat orang Indonesia, tidak semuanya bisa menjangkau harganya, dan saya penasaran apa sih yang membuatnya mahal? Sebagai orang biasa, saya juga pengin pakai parfum yang oke dengan harga terjangkau. Brand HMNS bermula saat saya bersama teman-teman yang kesulitan mencari parfum berkualitas dengan harga terjangkau," ujanya.

Dari ketidakpuasan inilah muncul ide pada 2018 untuk menciptakan parfum dengan kualitas yang sama namun dengan harga yang jauh lebih murah. "Saat itu namanya ada Alpha, Delta, sama Beta. Itu produk pertamanya Humans. Dan ya... 2019 akhirnya beranikan diri untuk memulai Humans,” ujar Arief saat ditemui swa.co.id beberapa waktu lalu.

Ia menyadari bahwa barang impor dijual dengan harga tinggi karena rantai supplainya yang panjang dan menelan banyak biaya. Brand parfum internasional bisa berasal dari Prancis, namun dibuat di Spanyol, lalu menggunakan brand ambassador di Amerika, distributornya pun berbeda-beda tiap negara.

“Kalau saja kita di sini bisa melokalisasi semua rantai suplai itu dengan semua resource yang kita punya, kita bisa bikin produk yang lebih bagus dengan harga sepersepuluhnya,” lanjutnya.

Brand HMNS akhirnya terlahir setelah melewati masa research and development yang cukup panjang. Saat Rizky memulai bisnis ini, tak lama kemudian pandemi Covid-19 melanda dunia sehingga banyak rantai produksi dan pemasarannya terpengaruh.

Usaha yang didirikan di Bandung itu dipindahkan ke Jakarta agar bisnisnya lebih berkembang. Namun sebulan setelah kepindahannya, aturan lockdown mulai diberlakukan. Bulan pertama, bisnisnya menurun. Namun setelahnya bangkit kembali.

Alpha, salah satu varian parfum HMNS. (Foto: Instagram).

Testimoni Konsumen = Marketing Terbaik

Saat memulai HMNS, Rizky mengaku khawatir. Saat itu, brand parfum lokal sebetulnya sudah ada, namun tidak cukup berkembang pesat sehingga ia mengambil kesimpulan, banyak yang tak berhasil dalam industri ini.

Dari kekhawatirannya itu, muncul satu pertanyaan inti yang kelak menjadi titik balik bisnis parfumnya, yakni: bagaimana caranya membuat orang membeli parfum secara online?

Pertanyaan ini terkesan sepele. Namun jika mengingat jenis produk yang mengharuskan konsumen untuk mencium aromanya sebelum memutuskan untuk membeli, pertanyaan tersebut adalah hal sentral yang harus diatasinya. “Saat itu kan sudah pandemi. Orang tidak mungkin datang ke toko untuk menjajal wanginya bagaimana. Selain itu, kami tidak punya resource untuk buka toko,” kata Rizky.

Maka jawabannya adalah cerita konsumen. Saat itu, HMNS pertama kali viral adalah di Twitter. Ada satu konsumen yang mencoba parfum HMNS, yakni Orgasm, dan mengunggahnya di Twitter. “‘Wah, gila. Pakai parfum ini, gue ngerasa kayak cewek-cewek tajir SCBD’, gitu saja konsumen itu bilang di caption-nya. Tapi reach-nya mencapai 2 juta,” jelas Rizky.

Dari situ Rizky menyadari bahwa marketing terbaik adalah testimoni konsumen. Padahal, saat itu Rizky telah melakukan segala daya upaya untuk mempromosikan produknya. Bahkan ia melakukan pemotretan dengan bunga-bungaan segar yang tampak mahal.

“Jadi ternyata orang yang bisa meyakinkan konsumen untuk membeli produk kita adalah konsumen itu sendiri, bukan kita sebagai brand. Kita cuma mengamplifikasi saja,” tuturnya.

Setiap Produk Punya Cerita

Rizky berharap kelak HMNS dapat menjadi poros parfum dunia. Saat ini, brand parfum banyak berasal dari Prancis. “Kalau saya cuma mikirin cuan, ya saya bikin parfum oplosan saja sudah untung. Tapi saya mau HMNS punya tujuan, yaitu menjadi salah satu poros parfum dunia. Kita punya resource-nya. Contohnya, kita dulu dijajah karena rempah. Dulu saya cuma tau rempah cuma buat nasi goreng, tapi ternyata bisa dijadikan bahan untuk parfum,” lanjutnya.

Dalam membangun brand awareness dan customer loyalty, Rizky menganggap customer itu adalah bagian dan partner dari bisnisnya. “Kami tidak bisa berinovasi dan berkembang tanpa mendengarkan feedback dari mereka. Feedback dari mereka itu matters dan bagaimana kami bisa punya brand yang dipercaya sama mereka,” ujar pria lulusan Teknik Geologi, Institut Teknologi Bandung.

Adapun yang membedakan parfum HMNS dengan yang lain tertelak pada mendesain setiap parfum dengan thoughtful. Artinya: dengan sangat mendalami sebenarnya apa yang mau disampaikan melalui setiap parfum yang dikeluarkan.

Setiap parfum di HMNS dirancang dengan mendalam dan penuh perhatian. Ada cerita unik di balik setiap produk, sehingga meskipun saat ini hanya ada 10 varian, semuanya memiliki makna yang kuat dengan cerita dan karakteristik khusus. Orgasm misalnya perfume feminine yang memenangkan Best Indonesian Fragrance. Parfum bertipe EDP ini diciptakan atas interpretasi kita untuk menggabungkan semua notes paling favorit di dunia. Kesan sweet, sexy, and charming adalah kesan yang paling sering kita dapat dari Orgasm ini.

“Makanya, setiap parfum mempunyai cerita masing-masing yang menarik. Best seller-nya dari Humans Aplha Alpha adalah produk pertama Humans, makanya dikasih nama Alpha. Itu adalah salah satu yang meng-kick off Humans sampai dengan saat ini. Terus yang kedua untuk yang varian femininnya kita punya Orgasm. Orgasm tuh varian yang best seller juga di kategori feminin. Terus ada juga versi adiknya si Orgasm namanya Darker Shade of Orgasm,” ujar Rizky

Dalam memasarkan parfum HMNS, Rizky memasarkan melalui beberapa marketplace seperti Shopee, Tokopedia dan lain-lain. Selain itu, parfum tersebut juga bisa ditemukan di Sociolla dan Beauty Haul. Rizky juga menargetkan penjualan parfum Humans mencapai Rp150-180 miliar (annual) di tahun ini.

“Kami juga mempunyai offline channel kita punya store-store yang ada di mal-mal. Saat ini udah ada 11 titik store kita di mal di Jakarta ada dua. Depok satu, Bekasi satu, Bali, Surabaya, Medan dan Makassar,” ujar pria kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1994.

Selain itu, Rizky juga menggunakan media sosial untuk membangun brand awareness di Tiktok dan Instagram. ”Tiktok dan Instagram sangat efektif. Di awal bisnis, kami juga menggunakan Twitter untuk membangun awareness. Menjual parfum melalui media digital tentu ada tantangan tersendiri terutama karena aromanya yang tidak bisa dicium langsung, bagaimana HMNS dapat meyakinan konsumen," katanya.

"Through community development. HMNS memiliki relationship yang unique dan personal dengan customers. Saya percaya ini yang membentuk trustability yang baik di market sehingga brand HMNS bisa menjadi referensi yang di-share oleh orang-orang yang sedang mencari parfum,” dia menambahkan. (*)

# Tag