Waterbom Bali Bidik Net Zero Emision di 2033

Foto : Istimewa.

Waterbom Bali memperkuat komitmennya dalam mengembangkan inovasi berkelanjutan menuju target Net Zero Emission pada 2033. Waterbom Bali, destinasi wisata air yang mempraktikkan prinsip berkelanjutan, mendaur ulang sampah sebesar 97% dari jumlah total sampah di 2023. Dengan demikian, pengelola Waterbom Bali mengurangi rasio sampah ke tempat pembuangan akhir sebesar 3%. “Target kami pada 2025 menjadi water park nomor satu di dunia. Caranya, kami memberikan bukti kepada program keberlanjutan ini diterapkan oleh manajemen Waterbom Bali. Kami akuntabel dan memberikan data dan hasil yang transparan kepada publik,” ujar CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, seperti ditulis swa.co.id di Denpasar, Bali, Minggu (8/12/2024) .

Sebagai taman air terbaik di Asia versi World Travel Awards 2024, manajemen water park inimenyatakan Waterbom Bali terus memimpin dalam inovasi keberlanjutan dengan menerapkan filosofi Bali, Tri Hita Karana, yakni hubungan yang serasi dan selaras antara Tuhan, manusia dan lingkungan melalui operasional yang berfokus pada kelestarian lingkungan.

Contohnya, Waterbom Bali mengadopsi berbagai inovasi, termasuk sistem sirkulasi air yang efisien, penggunaan sumur resapan, pengolahan air limbah, pemanenan air hujan, dan teknologi media filter canggih. Hasilnya, Waterbom Bali pada 2023 mengurangi konsumsi air hingga 17% dibandingkan dengan tahun 2019.

Kemudian, manajemen memasang 665 panel surya yang menghemat konsumsi listrik sebesar 18% di 2023. "Komitmen, inisiatif, serta inovasi berbasis teknologi yang berfokus pada tiga pilar keberlanjutan, yaitu air, energi, dan manajemen limbah, maka Waterbom Bali menargetkan Net Zero Emission pada 2033", papar Sayan Gulino yang didampingi Komisaris Waterbom Bali, Trisno Nugroho.

Lebih lanjut, Sayan menjelaskan, pembangunan Waterbom Bali di 30 tahun silam itu menganut pola pikir berkelanjutan. Itu diterapkan dengan membangun taman air tanpa menebang pohon yang tumbuh di sekitarnya.

Konsep berkelanjutan menjaga alam dan lingkungan sesuai filosofi Tri Hita Karana sampai saat ini terus dipertahankan dengan melakukan berbagai inovasi termasuk pengelolaan limbah, konservasi air dan hemat energi seperti listrik dengan menggunakan solar panel. “Waterbom Bali bekerjsama dengan konsultan lingkungan untuk menerapkan berbagai strategi, termasuk pengurangan, substitusi, dan mitigasi.

Upaya ini melibatkan inisiatif khusus seperti meningkatkan efisiensi pompa air, mengadopsi pemanas air hemat energi, beralih dari peralatan dapur gas ke listrik, mendapatkan lebih banyak bahan habis pakai yang berkelanjutan, meningkatkan produksi energi terbarukan lantaran berencana menambah instalasi panel surya terpasang dan pembelian kredit karbon.

Untuk rencana ekspansi, Waterbom Bali mengembangkan water park dan dijadwalkan dibuka pada April 2025. Area ini seluas 1 hektare atau tiga kali lebih besar dibandingkan area sebelumnya, dengan tambahan seluncuran menarik yang tetap aman bagi anak-anak.Kids Area ini menghadirkan beragam fitur inovatif yang berlandaskan prinsip keberlanjutan. Salah satu daya tarik utamanya adalah taman bermain AquaPlay, yang dilengkapi menara setinggi 15 meter bemuansa biru dan kuning cerah, mencerminkan keindahan alam tropis khas Bali. (*)

# Tag