Donald Trump Menang Pilpres, Indonesia Dipacu Menjaring Investasi dari China

Setelah resmi pergantian Presiden RI pada akhir Oktober lalu, berbagai respons publik hadir merespon pengaruh presiden dan kabinet baru terhadap perbaikan kondisi ekonomi nasional. Beberapa pekan lalu, Presiden Prabowo melakukan lawatan luar negeri pertamanya sebagai Presiden RI ke beberapa negara sahabat, termasuk negara Tiongkok sebagai destinasi pertama.
Dari lawatan Presiden ke Tiongkok, terdapat beberapa rekap berita positif, diantaranya terkait kerjasama investasi dengan total nilai komitmen mencapai Rp158 triliun untuk beberapa bidang, mulai dari kesehatan, bioteknologi, manufaktur, energi terbarukan, ketahanan pangan, dan keuangan. Tidak dapat dipungkiri, keunggulan komparatif Indonesia diperhitungkan diantara negara-negara di Asia yang direfleksikan melalui ketersediaan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja produktif, nilai PDB yang terus tumbuh prospektif, aliran investasi dan upah minimum kerja yang tergolong kompetitif.
Sejalan dengan keunggulan tersebut, khususnya terkait investasi. Menurut BKPM per kuartal ke-3 tahun 2024, Tiongkok merupakan negara investor terbesar ke-3 di Indonesia. Dengan lima besar negara PMA adalah Singapura (US$5,50 miliar), Hong Kong (US$2,24 miliar), Tiongkok (US$1,86 miliar), Malaysia (US$0,99 miliar) dan Amerika Serikat (US$0,84 miliar).
Untuk mendukung pemerintah dalam menarik investasi asing khususnya dari Tiongkok, Knight Frank Indonesia telah merilis Panduan Investasi Real Estat dan Industri Indonesia 2024. Publikasi ini akan memberikan informasi bagi perusahaan penanaman modal asing yang berinvestasi di Indonesia, khususnya di bidang real estat dan industri.
Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara penting di Asia Tenggara dimana perusahaan Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan operasi industrinya. “Oleh karena itu, kita perlu bersiap dan memanfaatkan kesempatan untuk menyambut peluang investasi perusahaan Tiongkok di Indonesia sebagai respon hasil pemilu Amerika Serikat terhadap tarif atau kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump,” ujarnya, Selasa (10/12/2024).
Indonesia General Property & Industrial Investment Guide 2024 memberikan gambaran sebaran aktivitas industri di Indonesia, yang mendominasi di beberapa wilayah metropolitan di Pulau Jawa seperti Jabodetabek, Surabaya dan Semarang, termasuk Batang. Salah satu kesiapan untuk menangkap peluang investasi ditunjukan oleh metropolitan Jabodetabek, dengan sebaran kawasan industri yang terus tumbuh, diikuti dengan kemajuan berbagai moda transportasi yang terbangun dalam kurun 5 tahun terakhir.(*)