Tim Ekonom Bank Mandiri Proyeksi Sektor Penyumbang Investasi Rp7.500 Triliun, Apa Saja?
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri (BMRI), Darmawan Junaidi menjelaskan, setidaknya ada sejumlah sektor yang akan menciptakan aliran dana baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga tahun 2029. Mengacu pada pengamatan dari tim ekonom Bank Mandiri, negara akan membutuhkan sekitar Rp7.500 triliun untuk mencapai impian tersebut dalam waktu 5 tahun mendatang.
Lebih detail, sektor-sektor tersebut antara lain pertambangan, khususnya hilirisasi tambang. Kemudian, energi, industri manufaktur, perdagangan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata. Adapun proyeksi total investasi dalam rentang waktu tahun 2025 hingga tahun 2029 sekitar Rp7.500 triliun.
“Ini tidak mungkin kalau hanya mengandalkan kapasitas dari permodalan yang dimiliki perbankan di Indonesia, atau mungkin juga kita mengundang investasi asing secara langsung, juga melalui kanal dari perbankan global yang mendampingi para investor masuk ke Indonesia,” ujar Darmawan dalam acara Bisnis Indonesia Economy Outlook 2025 di Rafles Jakarta pada Selasa (10/12/2024).
Harapannya, aliran dana baru itu akan digunakan kembali untuk mendorong pendapatan negara, bahkan menambah pendapatan terhadap perekonomian nasional.
Sementara pada tahun 2025, tim riset dari ekonom Bank Mandiri itu memperkirakan bahwa perekonomian negara akan bergerak hingga ke angka 5,6% dengan perkiraan nominal produk domestik bruto riil senilai Rp13.658 triliun.
Darmawan berharap, mewujudkan impian pertumbuhan ekonomi tersebut perlu melibatkan kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak. “Sikapnya itu adalah kebersamaan. Kalau ini kita sikapi bersama, sangat mungkin bisa kita realisasikan,” tutup Darmawan. (*)