IHSG Diproyeksikan Sideways, Amati Saham AADI, PANI, SSIA, BRMS, BRPT, dan BRIS Pada Kamis Ini

Ilustrasi IHSG (Istimewa)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu kemarin ditutup naik 0.15%, disertai dengan net buy investor asing senilai Rp323 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah TLKM, EXCL, BBCA, ASII, dan ITMG. "IHSG pada hari ini berpotensi sideways cenderung koreksi terbatas setelah 4 hari berturut-turut rally," ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas pada risetnya di Jakarta, Kamis (12/12/2024). Dia memproyeksikan level IHSG secara teknikal pada level support 7.400-7.430 dan resist 7.500-7.570 poin.

Fanny menyampaikan mayoritas indeks-indeks Wall Street menguat pada Rabu lantaran Nasdaq menembus level 20.000. Kenaikan tersebut terjadi setelah laporan inflasi AS n November sesuai ekspektasi. Indeks Nasdaq melonjak 1,77% ke level 20.034,89, S&P 500 menguat 0,82% menjadi 6.084,19. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,22% ke level 44.148,56.

Sektor teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar, dengan Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) mencatat kenaikan lebih dari 1%. Saham Alphabet, induk perusahaan Google, melonjak 5,5% setelah perusahaan ini mengumumkan terobosan besar dalam komputasi kuantum melalui chip baru mereka. Saham raksasa teknologi lainnya seperti Meta Platforms dan Amazon terdongkrak.

Saham unggulan seperti Nvidia dan Tesla menikmati kenaikan masing-masing lebih dari 3% dan hampir 6%, didukung oleh data inflasi. Sepanjang tahun ini, Nvidia telah melonjak sekitar 181%, sementara Tesla naik hampir 71%. Laporan indeks harga konsumen (CPI) November menunjukkan kenaikan 0,3% MoM dan 2,7% YoY, sesuai perkiraan. Tanpa memasukkan komponen makanan dan energi, inflasi inti (core CPI) juga naik 0,3% (month on month) dan 3,3% secara tahunan.

Bergeser ke bursa saham Asia Pasifik. Pasar keuanan di kawasan ini menguat pada perdagangan Rabu itu. Korea Selatan melaporkan tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman sebesar 2,7% pada November, tidak berubah dari bulan lalu.

Selain itu, China juga dilaporkan akan memulai konferensi kerja ekonomi tahunannya pada Rabu untuk menguraikan kebijakan ekonomi dan target pertumbuhannya untuk tahun depan. Indeks ASX 200 Australia melemah 0,47%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,01% dan Topix naik 0,29%. Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 1,02% dan Kosdaq melonjak lebih dari 2%. Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,77% dan CSI 300 turun 0,17%. Sedangkan, FTSE Straits Times turun 0,54% dan FTSE Malaysia turun 0,36%.

BNI Sekuritas pada perdagangan Kamis ini merekomendasikan saham AADI, PANI, SSIA, BRMS, BRPT, dan BRIS.

AADI, buy on weakness dengan area beli di Rp9.600, cutloss jika break di bawah Rp9.400. Jika tidak break di bawah Rp9.400, potensi naik ke Rp9.700-9.850 pada jangka pendek (short term).

PANI, buy on weakness dengan area beli di Rp18.900, cutloss jika break di bawah Rp18.550. Jika tidak break di bawah Rp18.550, potensi naik ke Rp19.300-19.750 short term.

SSIA, spec buy dengan area beli di Rp1.075, cutloss jika break di bawah Rp1.060. Jika tidak break di bawah Rp1.075, potensi naik ke Rp1.090-1.120 short term.

BRMS, spec buy dengan area beli di Rp430, cutloss jika break di bawah Rp424. Jika tidak break di bawah Rp424, potensi naik ke Rp436-442 short term.

BRPT, spec buy dengan area beli di Rp910, cutloss jika break di bawah Rp900. Jika tidak break di bawah Rp900, potensi naik ke Rp925-940 short term.

BRIS, spec buy dengan area beli di Rp2.960, cutloss jika break di bawah Rp2.950. Jika tidak break di bawah Rp2.960, potensi naik ke Rp3.000-3.020 short term. (*)

# Tag