OJK Bali Dorong Kinerja BPR dan BPRS untuk Majukan Ekonomi Daerah

OJK Provinsi Bali menggelar Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS pada Semester II/2024 di Denpasar, Rabu (11/12/2024). (Foto : OJK).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) agar semakin berkontribusi terhadap perekonomian Bali. Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, mengatakan sinergi antara OJK dan industri perbankan ini mendukung pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,43% pada kuartal ketiga tahun ini. “Kecukupan modal BPR dan BPRS masih di atas batas minimum, dan likuiditas terjaga dengan baik", ujar Puji dalam Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS pada Semester II/2024 di Denpasar, Rabu (11/12/2024).

OJK Bali menjabarkan beberapa tantangan, seperti sulitnya menjual Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) karena penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang belum optimal, teknik penilaian agunan yang belum memadai, serta adanya penurunan nilai pasar akibat turunnya daya beli atau perubahan minat masyarakat.

Puji mengatakan OJK meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan yang melibatkan Perbarindo Bali, DSIK Indonesia, dan Asian Development Bank untuk merespons hal tersebut.OJK berharap integritas dan kualitas pengelolaan BPR dan BPRS semakin baik dan dapat lebih memperkuat tata kelola dan daya saing pada 2025.

Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit, berharap BPR dapat lebih memperkuat tata kelola dan daya saing pada 2025.“BPR dan BPRS di wilayah Bali mengalami tantangan dari sisi regulasi dan bisnis. Kinerja BPR dan BPR di wilayah Bali tahun 2024 dinilai dalam kondisi baik, dan pada 2025 mendatang diharapkan dapat lebih meningkatkan internalisasi kondisi bank terkait good corporate governance, manajemen risiko, compliance dan Integritas agar BPR memiliki daya saing, kuat dan tumbuh berkelanjutan pada masa mendatang,” ujar Komplit.

Ketua Forum Pemegang Saham Pengendali (PSP) BPR Bali I Gusti Agung Rai Wirajaya menambahkan persaingan dengan bank umum, LPD, dan koperasi menjadi tantangan utama. “BPR harus lebih optimal mengelola bisnisnya sambil tetap mematuhi regulasi". Puji mengajak Pengurus BPR dan BPRS untuk selalu memastikan penerapan tata kelola yang baik, pengelolaan manajemen risiko, serta penerapan strategi anti fraud yang lebih optimal.berkelanjuta untuk dapat menciptakan industri jasa keuangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag