Dari Jakarta ke Kuala Lumpur: CentrePark Ekspansi, Siap Mengisi 'Kekosongan' Parkir di Malaysia

Jumpa pers Centrepark. (Foto: Audrey/SWA).

Pengelola parkir, CentrePark, akan melebarkan bisnisnya ke negeri jiran dan berencana membangun tempat pengisian baterai di beberapa tempat parkir guna mendukung program pemerintah. Direktur CentrePark Group Charles R Oentomo menjelask mengapa memilih Malaysia. "Kami ingin masuk paling dekat itu adalah ke Malaysia. Kenapa Malaysia? Karena sangat dekat dengan Indonesia. Size-nya (ukurannya) terutama seperti kota Kuala Lumpur itu mirip-mirip dengan Jakarta," ungkap Charles di Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Selain itu, bisa dibilang jika Kuala Lumpur merupakan kota bersaudara dengan Jakarta. Maka dari itu, pasar di Malaysia sangatlah menarik. Charles menilai, Malaysia justru lebih maju dari segi budaya fasilitas parkir.

"Jadi, mereka tuh bisa 4 project-5 project itu hanya dikelola secara mandiri dan hanya very less people (sangat sedikit orang). Jadi, orang yang ada di sana itu dibuat KPI untuk setiap kali melakukan pengecekan secara berkala," ungkap Charles. Dalam operasionalnya, CentrePark didukung teknologi nirkabel RFID bernama WUZZ

Charles mengatakan, langkah ekspansi ke mancanegara ini dilakukan setelah CentrePark mendapat suntikan dana segar dari sebuah perusahaan private equity dalam negeri belum lama ini senilai sekitar Rp200 miliar. “Kebetulan kami baru saja closing pendanaan. kami ingin ekspansi ke luar negeri khususnya membidik beberapa pasar di Asia Tenggara,” tambah Charles

Dia juga menjelaskan, ekspansi ke luar negeri ini akan dilakukan dengan cara akuisisi perusahaan sejenis di negara tujuan. “Kami ingin cara bertumbuhnya itu bukan hanya sekedar organik. Kami juga ingin bertumbuh secara anorganik dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang sejenis, dimana bisa membawa teknologi yang kita kembangkan bersama dengan Parkee-Alfabeta untuk kita bawa keluar,” jelasnya.

Penambahan Tempat EV Charging di Ruang Parkir

Selain berancana berekspansi ke negeri Jiran, CentrePark Air berencana membangun ekosistem kendaraan listrik, dengan menyematkan sistem pengisian daya baterai EV (Electric Vehicle) secara massif di ruang parkir. Namun untuk mewujudkan hal itu, CentrePark mengaku membutuhkan dukungan dan kerja sama dari pemerintah. Dalam hal ini soal perizinan untuk bermitra dan menyediakan EV charger.

Meski usaha parkirnya baru sedikit dilengkapi charger EV, perusahaan swasta itu berkeinginan untuk menyediakan dan menyebarkan sistem pengisian daya tersebut di banyak tempat.

“Jadi sekarang ini baru sekitar 30-60 project (charger EV). Di setiap proyek titu kurang lebih kami pasang 1, sampai 3 unit. Jadi memang baru ter-deploy sangat sedikit. Di gudang kami masih banyak dan kami butuh untuk deploy lebih banyak. Kami kepingin juga di support sama pemerintah dalam hal ini.” tambahnya.

Charles menyebutkan bahwa CentrePark sebagai pengelola lahan parkir tidak bisa menyediakan EV charger secara sepihak, karena perusahaan itu hanya sebagai penyedia layanan. Jika perusahaan tersebut hadir sebagai penyedia EV charger maka harga yang ditawarkan akan melebihi harga normal. Hal ini dapat membebankan pengguna EV untuk pengisian dayanya.

“Artinya apa kita sebagai swasta tidak bisa jualan listrik. Kami bisa jual itu adalah service. Jadi akhirnya orang yang seharusnya dia main colok dan nge-charge mungkin cuma bayar Rp 50 ribu, dia harus membayar Rp 200 ribu. Karena itu harus di-package dengan VIP parking sebenarnya. Bayar VIP parking Rp100 ribu, Rp200 ribu mendapatkan charging. Sebenarnya kan kalau cara seperti ini menurut saya kurang baik, ya,” ujarnya

Untuk penambahan tempat pengisian daya listrik tersebut perlu dukungan dari pemerintah dengan membangun ekosistem kendaraan listrik, dalam hal ini pengisian daya, agar lebih massif di sejumlah lahan parkir yang tersedia di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami ingin support program pemerintah dan pemerintah juga harus support sebaliknya. Karena kami sebagai peranan swasta di sini, kami punya 650 proyek. Bayangkan kalau satu project tuh kami bisa taruh 5 tempat pengisian. Dengan demikian kita tuh bisa bantu negara kita tuh bisa punya suatu seketika tuh bisa ambil ratusan charger,” katanya.(*)

.

# Tag